Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Jokowi: Salam tiga jari, persatuan Indonesia

Jokowi: Salam tiga jari, persatuan Indonesia

Jakarta-Kopi. Setelah KPU mensyahkan presiden terpilih. Jokowi melakukan pidato di atas kapal Sakti Buana, pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta. Jokowi menyampaikan terimakasih kepada Prabowo dan Hatta. Menurut Jokowi keduanya adalah sahabat dalam memimpin bangsa Indonesia yang berdaulat.

"Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabaraktuh. Hom swasti astu hom....Saatnya kita kembali pada takdir sejarah, Indonesia yang satu. Kita lupakan salam satu  jari atau dua jari. Kini salam tiga jari, persatuan Indonesia"

Bersama Jusuf Kalla yang mendampinginya, Jokowi meyakinkan bahwa dirinya terpilih untuk seluruh bangsa Indonesia. Kepemimpinan yang membangun Indonesia berdaulat di mata dunia internasional.*

Reporter: E. Hermawan

back to top