Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Jokowi bersama korban Lumpur Lapindo

Jokowi bersama korban Lumpur Lapindo

Sidoarjo – KoPi, Puncak peringatan delapan tahun bencana lumpur Lapindo yang berlangsung hari ini, kamis (29/05/2014) berlangsung secara sakral dan meriah. Sekitar 600 orang yang tergabung dalam berbagai elemen termasuk para korban bencana lumpur Lapindo turut memeriahkan acara yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB tersebut hingga mencapai puncaknya yang ditutup dengan orasi politik Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekitar pukul 16.30 WIB.

Acara yang dimulai dengan Istighosah yang dilakukan oleh para korban lumpur Lapindo pada pukul 08.30 WIB tersebut, kemudian dilanjutkan dengan acara penenggelaman ogoh-ogoh bewajah iblis ke lumpur yang diiringi dengan do’a pada pukul 13.00 WIB. Ditenggelamkannya ogoh-ogoh berwajah iblis tersebut merupakan bentuk protes kepada pemerintah yang tak kunjung menepati janjinya untuk melunasi 80% sisa uang ganti rugi terhadap para korban.

Puncak Acara terjadi saat Calon Presiden Jokowi datang di acara tersebut pada pukul 16.00 Wib setelah sebelumnya para peserta acara dihibur dengan tari Reog Ponorogo. Kedatangan Jokowi tersebut terkait dengan penyelesaian polemik ganti rugi bencana lumpur Lapindo yang hingga saat ini masih tidak jelas kasusnya.

Begitu tiba di lokasi peringatan bencana lumpur, Jokowi yang mengenakan baju kotak-kotak yang menjadi  ciri khasnya langsung meninjau ke lokasi lumpur. Setelah sampai di lokasi lumpur, Jokowi disambut oleh korban lumpur Lapindo yang kemudian memberikan secara simbolik lumpur sebagai bentuk harapan para korban kepada Jokowi untuk menyelesaikan polemik jika Jokowi terpilih menjadi presiden.

Setelah menerima lumpur, Jokowi kemudian naik ke atas panggung dan memberikan orasi singkatnya. Dalam orasinya, Jokowi membahas mengenai kelalaian negara yang melupakan rakyat khususnya para korban lumpur Lapindo karena permasalahan ganti rugi yang tak kunjung usai selama 8 tahun. menurut Jokowi, negara adalah representasi dari kedaulatan rakyat, sehingga negara harus hadir untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang mendera rakyatnya.

Selesai melakukan orasi, Jokowi kemudian menandatangani kontrak politik dengan Jaringan Rakyat Politik Indonesia yang berisi 5 program yang akan dibuat jika terpilih menjadi Presiden nantinya. Adapun 5 program tersebut diantaranya adalah program Indonesia sehat, program Indonesia pintar, penggeseran dan penataan permukiman miskin, dana talangan untuk korban lumpur Lapindo, dan keamanan pekerjaan tetap.

Usai menandatangai kontrak politik tersebut, Jokowi kemudian berpamitan karena hendak menuju Bali untuk mengikuti acara lainnya. Jokowi mengatakan “Perkenankan saya tanda tangan kontrak politik dulu, kemudian saya mohon pamit” pungkasnya.***


Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top