Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Jokowi berduet dengan JK

foto: makassar.bisnis.com foto: makassar.bisnis.com

Jakarta-KoPi. Setelah proses politik cukup lama, lobi dan pendekatan kepada berbagai tokoh, Jokowi memastikan kandidat cawapres yang mendampinginya adalah Jusuf Kalla (JK). Kabar ini diperoleh dari sumber KoPi di internal PDI Perijuangan hari ini (18/5.14).

Alasan pemilihan JK sebagai kandidat cawapres adalah gaya kepemimpinannya yang lincah, gesit, muslim taat, dan luar Jawa.

"Figur JK sebagai tokoh pemimpin politik nasional tidak diragukan lagi. Pasangan Jokowi dan JK sangat ideal bagi kebutuhan bangsa ini. Jokowi telaten, JK trengginas"

Menanggapi kemungkinan JK sebagai cawapres, beberapa warga yang ditemui KoPi menyatakan dukungan.

"Saya lega jika Jokowi berpasangan dengan JK. Jadi isu dia musuhnya Islam itu jelas salah," kata Yanti mahasiswa di Universitas Mercubuana.

Menurut Novri Susan, pengamat sosiologi politik dari Universitas Airlangga, jika Jokowi berpasangan dengan JK maka merupakan kandidat yang tangguh.

"Mereka merepresentasikan politik nasionalis, demokratis dan sekaligus relijius"

Penulis buku Negara Gagal Mengelola Konflik tersebut, Jokowi dan JK akan mendapat respon besar dari masyarakat. Hanya saja, lanjut Novri, pasangan tersebut harus mampu mempersiapkan kampanye secara elegan. Sebab Prabowo dan Hatta juga merupakan pasangan pilpres 2014 yang sangat tangguh.*

 

Reporter: E. Hermawan

back to top