Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Jokowi akan mengalami turbulensi politik

Foto: Ilustrasi (Sumber: www.sunlakesaeroclub.org) Foto: Ilustrasi (Sumber: www.sunlakesaeroclub.org)

KoPi| Jokowi, Presiden RI, akan mengalami turbulensi politik. Situasi ini tidak terhindarkan pada tahun 2016 ini. Salah satu penyebab turbulensi tersebut adalah reorganisasi kekuatan lama di dalam faksi politik yang mendukungnya sendiri. Demikian disampaikan oleh sosiolog politik Novri Susan dari Universitas Airlangga dalam bincang santai tentang Prediksi Politik 2016 di Kedai Kopiku, Surabaya Selasa 24 Februari lalu.

"Turbulensi politik ini akan muncul dari faksi politik yang mendukungnya menjadi presiden pada pemilu 2014 lalu. Fakta sosiologisnya, Jokowi sesungguhnya tidak didukung secara tulus oleh sebagian kalangan faksi politik pendukungnya. Selain itu, ada kepentingan seksional dengan dukungan kuat dari jejaring politik yang berkarakter predatoris."

Prediksi akan munculnya turbulensi politik tersebut, menurut pakar konflik politik dan pembangunan ini, serupa gunung es di laut. Kecil pada permukaan namun menjulang besar pada bagian bawah. Secara sosiologis menurut Novri kelemahan Jokowi ada pada kapasitas menjinakkan atau mengontrol kekuatan-kekuatan dengan kepentingan tak terakomodasi tersebut.

"Kepentingan tak terakomodasi bukan berarti tidak mendapatkan posisi jabatan politik. Jabatan politik sebagai menteri tidak cukup memuaskan apabila tidak memenuhi hasrat politik dan identitasnya."

Novri tidak bersedia menyebut siapa dan jejaring mana saja yang akan menciptakan turbulensi politik. Menurutnya, proses itu tidak datang dari luar faksi politik. Faksi politik dari luar pada situasi ini sedang sibuk bertahan akibat tekanan publik terhadap perilaku-perilaku eksploitatif terhadap sumber kekuasaan yang mereka miliki. Walaupun nantinya faksi politik luar pemerintahan Jokowi akan menjadikan turbulensi politik tersebut sebagai bagian dari modal delegitimasi Jokowi. 

"Saat ini Jokowi perlu melakukan rekonsolidasi pemerintahannya. Itu tentunya selalu dilakukan oleh Jokowi. Akan tetapi dia membutuhkan sumber dukungan politik yang mandiri dari faksi politik yang mendukungnya selama kampanye presiden."

Sumber dukungan politik mandiri menurut penulis buku Negara Gagal Mengelola Konflik ini adalah partai politik yang bersih dan kuat. 

"Cari saja partai politik baru yang akan muncul dengan kekuatan modal besar. Itu yang akan menjadi salah satu kekuatan politik mandiri dari Jokowi," jelas Novri menutup diskusi. |Adit| 

back to top