Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

ISIS Tantang TNI, POLRI dan Banser

ISIS Tantang TNI, POLRI dan Banser

KoPIi| Islamic State yang populer sebagai ISIS mengunggah sebuah video tantangan kepada TNI, POLRI dan Banser NU untuk datang ke Suriah dan Irak. Video yang diunggah di Youtube 24 Desember 2014 ini berdurasi 04:01 menampakkan wajah seorang pria berjenggot dengan suara yang lembut namun tegas.

Pria tersebut menyampaikan pesan yang ditujukan kepada Moeldoko sebagai panglima TNI, Polri dan Banser NU agar segera datang ke medan pertempuran di Irak dan Suriah karena mereka mendengar bahwa TNI, Polri dan Banser akan bergabung dengan pasukan koalisi pimpinan Amerika yang dibanggakan.

" Kami telah menunggu kedatangan kalian. Kami telah mendengar bahwa kalian akan membantu pasukan koalisi untuk melenyapkan Daulah Khilafah ini…

Ketahuilah bahwa kami sungguh bahagia mendengarnya karena itu berarti pertemuan antara kami dan kalian akan disegerakan oleh Allah. Karena sungguh bila kalian tidak mendatangi kami, maka kami yang akan mendatangi kalian. Kami akan kembali ke Indonesia."


Berikut pesan dalam transkip utuhnya:


“Pesan ini saya tujukan kepada Moeldoko, Panglima TNI laknatullah ‘alaihi, Polri, dan Banser. Kami telah menunggu kedatangan kalian. Kami telah mendengar bahwa kalian akan membantu pasukan koalisi untuk melenyapkan Daulah Khilafah ini…

Ketahuilah bahwa kami sungguh bahagia mendengarnya karena itu berarti pertemuan antara kami dan kalian akan disegerakan oleh Allah. Karena sungguh bila kalian tidak mendatangi kami, maka kami yang akan mendatangi kalian. Kami akan kembali ke Indonesia.

Kami akan kembali untuk menegakkan syariat Allah, dan tentu saja kami mengetahui, untuk menegakkan syariat Allah, maka harus dimulai dengan memerangi kalian, dengan membantai satu persatu dari kalian; TNI, Polrsi, Densus dan Banser, yang mana hari ini menyombongkan diri untuk menentang agama Allah, menentang penegakan syariat Allah dan mengatakan NKRI harga mati.

Ketahuilah bagi kami, syariat Allah harga mati… Ketahuilah bahwa tentara-tentara Allah, sedang menunggu kalian. Ketahuilah bahwa tentara-tentara Allah di negeri Syam dan Irak sangat berbahagia mendengar kalian ingin bergabung dengan pasukan koalisi.

Dan ketahuilah bahwa pasukan koalisi…hari ini pasukan koalisi sangat kewalahan mengahadapi Daulah Islam, dan perlu pertolongan babi-babi bodoh seperti kalian.

Kami menunggu kedatangan kalian. Demi Allah, sekiranya kami mati dalam membela Daulah Khilafah ini, maka tentu, kematian tersebut adalah merupakan apa yang kami inginkan.

Tidaklah kami akan mendapatkan dari menolong agama Allah ini, kecuali salah satu dari dua kebaikan; yaitu kami melihat kejayaan Islam, yaitu kemenangan di muka bumi ini dan menegakkan syariat Allah, atau (yang kedua) kami akan mati syahid.

Dan ini adalah giliran dan waktu yang tepat untuk membuktikan kepada kalian, dengan Pancasila sakti kalian. Kalian mengatakan Pancasila sakti, (maka) kami tunggu kedatangan kalian.

Bagi kami tidak ada yang sakti kecuali Allah Swt, Dia-lah pelindung kami, kami hanya meminta pertolongan kepada Allah, dan Dia-lah dzat Yang Maha Kuat. Sedangkan kalian minta tolong (kepada) selain Allah Swt. Kalian sangat bangga sekali apabila Amerika ada di samping kalian. Kita buktikan siapa yang akan Allah menangkan; kalian pasukan iblis, atau kami pasukan Allah.

 

Baca juga:

Mental pejuang tak lekang usia

Orang Amerika berbondong pindah Islam, mengapa?

Inilah 10 opini ilmuwan non-Muslim tentang Islam

TERPOPULER

 

Media

back to top