Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ini kata Jokowi tentang kekerasan Tolikara yang jadi perhatian

Ini kata Jokowi tentang kekerasan Tolikara yang jadi perhatian

Jakarta-KoPi | Jokowi, presiden RI, memberikan pernyataan penting terhadap kasus kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikal terhadap muslim di Tolikora, Papua.

Melalui akun resmi facebooknya, Jokowi menyatakan bahwa dirinya mengutuk kekerasan di Tolikara.

"Saya mengutuk keras pembakaran dan tindak kekerasan di Tolikara tersebut " tulis Presiden Jokowi pada Hari Minggu (19/7/15).

Presiden Jokowi menjamin bahwa hukum akan ditegakkan setegak-tegaknya. Penegakan hukum tersebut untuk para pelaku kriminal kekerasan tersebut sekaligus pihak-pihak yang menjadi dalang kekerasan.

"Saya jamin, hukum akan ditegakkan setegak-tegaknya, bukan hanya untuk pelaku kriminal di lapangan tetapi juga semua pihak yang tersebukti mencederai kedamaian di Papua."

Novri Susan, sosiolog pakar pengelolaan konflik, melihat penanganan kekerasan di Tolikora kurang sigap dan terlihat banyak kepentingan yang tidak bisa dikontrol negara.

"Intervensi konflik di Tolikara tampak tertatih, kurang cepat."

Novri memberi peringatan bahwa kasus ini sensitif terhadap mobilisasi identitas kolektif yang bisa dimainkan oleh kepentingan-kepentingan sempit. Menurut sosiolog penulis buku best seller Sosiologi Konflik ini, masyarakat (Islam, red) harus belajar menyerahkan penanganan konflik sosial kepada negara.

"Yang harus dilakukan bukanlah memobilisasi diri dan membuka peluang perang sipil, akan tetapi lakukan kontrol terhadap negara dalam penanganan konflik serta penegakan hukum secara melekat dan tegas. Walaupun kita lihat negara masih belum cukup cepat," pungkas Novri. | A. Nur

back to top