Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

'Goyahnya' paugeran Jogja, kembalikan ke UU Keistimewaan

'Goyahnya' paugeran Jogja, kembalikan ke UU Keistimewaan

Jogjakarta-KoPi| Senada dengan sikap KRT H. Jatiningrat, tokoh masyarakat Syukri Fadholi juga tidak menyetujui perubahan gelar Sultan HB X.

Menurut pegamatan Syukri sebelum terjadinya sabda raja kondisi masyarakat Jogjakarta tenang. Namun setelah sabda seketika hawa panas menyelimuti keluarga kraton.

Hal tersebut dipicu oleh keberatan masyarakat terhadap penggantian nama sultan. Syukri memandang penggantian nama telah melanggar nilai agama dan paugeran yang ada.

“Sabda raja yang berganti nama dengan Bawono sudah bertentangan dengan nilai agama. Ini sang sultan mengatakan sabda raja berasal dari wahyu. Padahal yang mendapat wahyu cuma nabi. Hal ini seolah lahir nabi baru bernama Herjuno Darpito”, papar Syukri saat menghadiri musyawarah bersama di rumah GBPH Prabukusumo, sore tadi.

Melihat dampak dari perubahan nama telah merusak paugeran yang ada. Syukri mengajak masyarakat untuk berjuang bersama mengembalikan dan menjaga paugeran Jogjakarta.

Sementara Wakil Ketua I DPRD DIY, Arif Noor Hartanto yang akrab disapa Inung berkomentar, situasi tegang setelah sabda raja dapat dipulihkan dengan menjalankan UUK secara konsekuen. Menurut Inung adanya Undang-Undang Keistimewaan (UUK) untuk menjalankan paugeran di Jogjakarta.  |Winda Efanur FS|

back to top