Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

GBPH Prabukusumo: Pengukuhan sebagai Sultan XI tidak sah

GBPH Prabukusumo: Pengukuhan sebagai Sultan XI tidak sah

Jogjakarta-KoPi| Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo mengatakan dirinya tidak tahu menahu soal  pengukuhan dirinya menjadi raja oleh Paguyuban Ki Ageng Giring-Ki Ageng Pemanahan Ahad (12/7).

Seperti yang dikutip dari wartawan tempo.co melaui WA-nya semalam, Prabukusumo bersumpah bahwa ia tidak tahu.

“Demi Allah, demi Rasulullah. Saya tidak tahu sama sekali! Dan ini bulan puasa Ramadan,” kata Prabukusumo.

Prabu mengaku justru ia baru tahu tentang pengukuhan itu ketika wartawan mengirimnya pesan. Ia juga menegaskan bahwa pengukuhan itu tidak sah. Karena sebuah pengukuhan ada paugerannya. Semua harus dirapatkan lebih dahulu dengan para sesepuh keluarga.

Meskipun demikian, GBPH Prabukusumo mengatakan bahwa pengukuhan Paguyuban Trah Ki Giring-Ki Ageng Pemanahan itu adalah legal karena merupakan usulan masyarakat.

“Siapapun yang terpilih nanti terkait UU Keistimewaan DIY. Harus menyesuaikan,” Demikian kata Prabu.

back to top