Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

GBPH Prabukusumo: Pengukuhan sebagai Sultan XI tidak sah

GBPH Prabukusumo: Pengukuhan sebagai Sultan XI tidak sah

Jogjakarta-KoPi| Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo mengatakan dirinya tidak tahu menahu soal  pengukuhan dirinya menjadi raja oleh Paguyuban Ki Ageng Giring-Ki Ageng Pemanahan Ahad (12/7).

Seperti yang dikutip dari wartawan tempo.co melaui WA-nya semalam, Prabukusumo bersumpah bahwa ia tidak tahu.

“Demi Allah, demi Rasulullah. Saya tidak tahu sama sekali! Dan ini bulan puasa Ramadan,” kata Prabukusumo.

Prabu mengaku justru ia baru tahu tentang pengukuhan itu ketika wartawan mengirimnya pesan. Ia juga menegaskan bahwa pengukuhan itu tidak sah. Karena sebuah pengukuhan ada paugerannya. Semua harus dirapatkan lebih dahulu dengan para sesepuh keluarga.

Meskipun demikian, GBPH Prabukusumo mengatakan bahwa pengukuhan Paguyuban Trah Ki Giring-Ki Ageng Pemanahan itu adalah legal karena merupakan usulan masyarakat.

“Siapapun yang terpilih nanti terkait UU Keistimewaan DIY. Harus menyesuaikan,” Demikian kata Prabu.

back to top