Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

FRAKSI serukan mahasiswa tolak undangan makan siang Jokowi di Istana

FRAKSI serukan mahasiswa tolak undangan makan siang Jokowi di Istana

Terkait dengan undangan Istana yang mengajak adik-adik mahasiswa dan sejumlah aktivis element lainnya untuk makan siang bersama di istana, kami juga salah satu bagian dari itu, dengan tegas menolak itu serta menghimbau kepada adik-adik untuk tidak ikut.

Alasannya sederhana kita enak makan siang di istana dengan jamuan yang sudah pasti mewah tetapi pernahkah kita berpikir bahwa hari ini rakyat berteriak susah membeli beras, sayur, biaya pendidikan semakin mahal, tarif bbm naik sehingga ongkos angkutan umum naik, tol naik, dan lain-lain dengan kata lain susah cari makan.

Semua itu sama aja kita melacurkan diri, rakyat sudah sempoyongan dan menderita di cekik sejumlah kebijakan pemerintah kita malah enak-enak makan dengan elit politik yang tidak memikirkan nasib rakyat kecil.

Kami juga mensinyalir ini adalah upaya pembungkaman mahasiswa dan element aktivis gerakan untuk aksi besar-besaran pada 20 Mei mendatang. Karena memang sejumlah kebijakan melacurkan nasionalismenya, menjual aset bangsa ini ke dalam ideologi neolib dan para kapitalis mereka para elit politik rezim penguasa saat ini sudah berkoloborasi menguras, menghabisi aset bangsa. Tidak usah kami sebutkan satu persatu-satu sudah banyak contoh kebijakan penguasa saat ini yang tidak memikirkan nasib rakyat kecil alias persetan dengan rakyat, anjing mengonggong khafilah berlalu.

Yang kami ingin tegaskan lakukan apa yang elit ingin lakukan sekarang, kami hanya mengultimatum bila itu tidak terselesaikan sampai dengan 20 Mei, maka tunggu rakyat, mahasiswa, dan aktivis yang bergerak, meminta penguasa mengembalikan mandat rakyat tersebut.

Kami bukan pelacur-pelacur yang gampang dan murah untuk di sogok atau akivis bayaran Senin-Kamis, tapi kami murni suara rakyat, rakyat sudah menjerit dan menderita ini harus di sikapi cepat.
Kami juga meminta mari teman-teman aktivis dan jurnalis media-media untuk kita bersama berjuang, membuat berita yang kritis dan objektif kepada pemerintah.

Mari kita berjuang bersama rakyat. bukankah kita sama merasakan dampaknya sekarang. sudah saatnya kita turun ke jalan, lelah melihat aksi teatrikal para elit politik yang tidak lagi memikir nasib rakyat kecil. salam perjuangan, terimahkasih.

Jakarta, 21/04/2105

FRAKSI (Front Gerakan Aktivis Indonesia)

back to top