Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Dr. Ir. Sukamta: Indonesia terancam menjadi seperti Suriah

Dr. Ir. Sukamta: Indonesia terancam menjadi seperti Suriah

Jogja-KoPi| Indonesia terancam seperti Suriah, TNI telah menemukan tanda-tanda dari perang Proxi di Indonesia, Senin (12/2).

Sukamta, anggota DPR RI Dapil DIY, mengatakan bahwa tanda-tanda dari perang proxi yang diluncurkan ke Indonesia sudah banyak, tapi TNI belum mau mengekspos.

Peran proxi sendiri yaitu perang yang tidak menggunakan senjata, namun menggunakan perpanjangan tangan dari kekuasaan. Menurutnya, selama ini DPR telah mengawasi tanda-tanda dari perang proxi di Indonesia. DPR memiliki kekhawatiran jika Indonesia benar-benar menjadi sasaran negara-negara besar dalam perang proxi.

Sukamta menduga keras bahwa dinamika yang terjadi di dalam negeri dimanfaatkan oleh pihak luar yang ingin menghancurkan Indonesia dengan perang proxi.

"Saya menduga keras bahwa dinamika kita saat ini pasti dimanfaatkan pihak luar untuk menghancurkan Indonesia melalui perang proxi untuk mengeksploitasi Indonesia," ujarnya.

Berbagai pihak menghembuskan macam-macam isu untuk saling bertempur. "Antar elemen negara dikompori sehingga akan menyebabkan terjadinya perang darat, perang saudara, dan ini akan mudah dimasuki bangsa asing," jelas Sukamta.

Wilayah bagian dari Negara Indonesia secara pelan-pelan akan melepaskan diri karena perang saudara ini.

Di sisi lain, Sukamta menghimbau pemerintah untuk waspada dengan hal ini. "Jangan ikut bermain nanti sulit memisah. Banyak isu yang ada. Tanda-tandanya makin banyak dan TNI punya bukti tapi mereka tidak mau ekspos," tandasnya.

back to top