Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Demokrat oposisi Jokowi-JK, tepatkah ?

foto: foto.demokrat.or.id foto: foto.demokrat.or.id
Jakarta-KoPi, Jokowi dan JK dilantik sebagai presiden, Partai Demokrat akan menjadi oposisi dan tetap berada dalam koalisi merah putih.
 

Demikian Max Spacua menyampaikan kepada pers pada hari Minggu sore (3/8/14) di Jakarta. Menurutnya Demokrat tetap konsisten pada koalisi merah putih dan memilih oposisi di hadapan pemerintahan Jokowi JK.

"Kami menjalankan kehormatan partai"

Kehormatan tersebut dengan cara konsisten pada keputusan mendukung Prabowo-Hatta pada masa pilpres 2014.

Menurut Fahrul Muzaqqi, pengamat politik Unair, Demokrat sudah dua kali periode berkuasa. Keputusan oposisi politik bisa merugikan ideal program yang selama ini telah dilaksanakan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono).

"Dari situ perjalanan visi-misi yang dijalankan oleh SBY maupun Demokrat sendiri sudah relatif banyak sehingga lebih bermanfaat untuk keberlanjutan visi, misi dan program apabila Demokrat merapat pula ke PDIP utk meneruskan itu."

Walaupun menurut dosen ilmu politik yang hobby mendaki gunung tersebut, keputusan menjadi oposisi yang sehat itu diperlukan sebagai balancing power.*

Irfan

 

back to top