Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Calon tunggal jadi tamparan untuk parpol

Calon tunggal jadi tamparan untuk parpol
Surabaya-KoPi| Pengamat politik Universitas Airlangga Fahrul Muzakki mengatakan, permainan politik di Pilkada Surabaya 2015 ini benar-benar membuat jengah masyarakat. Mulai dari kasus kaburnya pasangan calon walikota hingga dicoretnya calon walikota oleh KPU Surabaya.
 

Meski demikian, Fahrul tidak menyebut hal tersebut sebagai penjegalan politik. Sebaliknya, kasus terbaru kali ini adalah bentuk keteledoran administrasi. "Tidak ada bukti kuat bahwa ini merupakan penjegalan politik. Saya kira kok agak gegabah kalau mengatakan itu," ungkapnya.

Fahrul mengatakan, dengan dicoretnya pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid, menjadi tidak jelas siapa yang menjegal siapa. "PDI-P sebagai pengusung pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana terlihat sangat ingin menggugat KPU Surabaya. Begitu juga sebaliknya, Partai Demokrat dan PAN yang mengusung Rasiyo-Dhimam juga ingin menggugat KPU," tukas Fahrul.

Jika memang akhirnya MK mengabulkan tuntutan PDI-P agar calon tunggal diperbolehkan, hal itu justru bisa menjadi pelajaran bagi elit politik. "Kalau calon tunggal disetujui MK, ini merupakan tamparan bagi parpol-parpol untuk tidak melulu berpikir pragmatis kekuasaan belaka," jelasnya.

Menurutnya, kasus ini seharusnya membuat parpol untuk mulai berpikir visioner, khususnya dalam menata kelembagaan sistem pemilu. Aturan main pemilu harus didesain secara matang dan tidak tergesa-gesa.

back to top