Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

BEM SI Jogja : Tidak ada agenda gulingkan Presiden Jokowi

BEM SI Jogja : Tidak ada agenda gulingkan Presiden Jokowi

Jogjakarta-KoPi| Terkait rencana aksi mahasiswa pada tanggal 20 Mei 2015, BEM SI Jogjakarta menegaskan tidak ada rencana untuk menggulingkan Presiden Jokowi. Perwakilan BEM SI di Jogjakarta meliputi univeristas UGM,UNY, Amikom dan Instiper mengatakan saat ini masih menyoroti persoalan terkini masyarakat. Menurut ketua BEM Amikom, Budi Santoso mereka masih fokus pada prinsip janji Nawa Cita Presiden Jokowi saat kampanye.

“BEM SI yang merupakan aksi nasional BEM seluruh indonesia, belum ada plan seperti menurunkan Presiden Jokowi, tapi paling dekat kita mengawal isu-isu nasional. Hal itu kita matangkan kajian dulu, bikin propaganda, atau opini di media”, papar Budi.

Budi menambahkan ada sembilan pokok isu yang digarap diantaranya: persoalan ekonomi, tentang merosotnya nilai rupiah, pemberantasan korupsi tidak pandang bulu, pendidikan tentang pencabutan beasiswa oleh DIKTI, energi tentang status blok Mahakam dan pertanian tentang kebijakan impor beras.

Hal senada juga diungkapkan oleh Menko eksternal UGM, Ahsan mengatakan baik BEM UGM maupun BEM SI belum ke arah penggulingan Jokowi.“Sebenarnya yang terpenting pada koreksi total evaluasi kinerja Jokowi selama ini”.

Ketua BEM UNY, Harris, megamini rekan-rekan mereka di atas, dirinya beserta anggota BEM UNY belum sampai mempelajari isu tersebut.

Menko Eksternal BEM UGM, Ahsan juga menambahkan, saat ini masih mempelajari isu ini. BEM KM UGM yang tergabung dalam BEM-SI bisa terlibat maupun tidak dalam aksi massal 20 Mei besok.

“Kita nggak paten kita akan aksi atau nggak, kita akan aksi besar-besaran. Kecuali itu ada event apa kita bisa turun. Secara pribadi ingin pada 20 Mei untuk malam hening refleksi bagi mahasiswa, menilai seberapa jauh mengawal demokrasi”, papar Ahsan.

Suara BEM Nasional

Di luar BEM Seluruh Indonesia, Ketua BEM UIN Sunan Kalijga Jogjakarta yang tergabung dalam BEM Nasional, Ucok, mengatkan hal senada, bahwa belum ada diskusi ke arah penurunan presiden Jokowi. Diskusi baru sampai tahap meminta pertanggung jawaban Presiden Jokowi.

“Dari teman-teman UIN sendiri baru diskusi meminta pertanggung jawaban janji politik Jokowi terkait keniakan BBM, belum sampai ke penurunan Jokowi. Katanya dulu, dia tokoh yang lahir dari rakyat mana buktinya, kita lagi-lagi dihebohkan dengan kenaikan BBM, rupiah melemah, harga sembako naik, dan banyak persolan secara tidak tegas, stabilitas negara mulai semrawut. Jokowi jelas menghianati rakyat”, kata Ucok.

Namun, menurut Ucok saat ini BEM- Nasional Indonesia juga akan menggodok isu ke arah penggulingan rezim bila Presiden Jokowi gagal mensejahterakan rakyat.

Sebelumnya, salah satu Aliansi Mahasiswa Cinta Indonesia bahkan mengultimatum Presiden Jokowi untuk mundur bila sampai tenggat waktu 20 Mei tidak mampu memulihkan kondisi.|Winda Efanur FS|

back to top