Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

ARB mencuri start kampanye Pilpres

ARB mencuri start kampanye Pilpres

Surabaya-KoPi. Pada hari ini (16/4/14) guru-guru SMA di Gresik, Surabaya, dan beberapa kota lain Jawa Timur mendapatkan "surat pribadi" dari ARB (Abu Rizal Bakrie). Surat tersebut menyatakan apabila ARB terpilih sebagai presiden maka para tenaga pendidik akan ditingkatkan kesejahteraannya.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada guru-guru dengan nama lengkap. Salah seorang guru SMA di Gresik, yang menerima surat kampanye dari ARB tersebut merasa kebingungan.


"Lha kok ya bisa tahu nama lengkap kami. Ini kampanye ya mas?"


Demikian pernyataan guru yang tengah sibuk mengawal Unas di sekolahnya. Apakah ini pencurian start kampanye?


Menurut Novri Susan pengamat sosiologi politik dari Universitas Airlangga, surat edaran seperti itu adalah kecurangan dalam bentuk pencurian start kampanye.


"Fair play dalam demokrasi itu penting. Jika tidak bisa bermain fair play, itu juga tanda pelakunya tidak punya kapasitas politik yang baik".


Menurut penulis buku Negara Gagal Mengelola Konflik itu, para pemimpin politik semestinya memberi keteladanan berpolitik yang baik, tidak curang dan menghalalkan segala cara. "Masyarakat perlu mengkritisi perilaku politik itu" tukasnya.



Reporter: Yudho N.P dan Aditya Candra Lesmana

back to top