Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ambisi kekuasaan koalisi Merah Putih

foto: heckyesamericana.tumblr.com foto: heckyesamericana.tumblr.com

Jakarta-KoPi. Parpol dalam koalisi Merah Putih yang kalah pilpres adalah upaya menguasai pemerintahan daerah. Sikap politik tersebut berubah 180 derajat dibandingkan ketika pembahasan pada bulan Mei 2014 lalu.

Menurut Djayadi Hanan yang dihubungi KoPi, tentu perubahan sikap parpol-parpol pendukung Prabowo sangat terkait dengan kekalahan pilpres 2014. Target manuver tersebut adalah menguasai pemerintahan daerah.

"Perubahan sikap 180 derajat partai partai itu jelas terkait dengan konstelasi politik pasca pilpres. Koalisi mempersiapkan upaya untuk menguasai pemerintahan daerah.

Selanjutnya, doktor jebolan Ohio University ini menjelaskan bahwa manuver ini kelanjutan dari gerakan mereka menguasai DPR melalui perubahan UU MD 3 yang telah terjadi. Djayadi memprediksi manuver RUU Pilkada yang akan mengesyahkan pemilihan kepala daerah oleh DPRD adalah bagian dari pragmatisme politik meningkatkan posisi tawar jika diajak masuk dalam pemerintahan Jokowi.

"Manuver RUU Pilkada ini juga terkait dengan upaya partai partai tersebut untuk menaikkan posisi tawar, kalau diajak bergabung dengan jokowi. Jadi, manuver ini juga merupakan test case atas kemampuan komunikasi politik jokowi dan koalisinya."

 

Reporter: E. Hermawan

 

 

 

back to top