Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Alasan tidak lengserkan Jokowi karena tidak mau JK jadi Presiden

Alasan tidak lengserkan Jokowi karena tidak mau JK jadi Presiden

“Kita kan nggak ada agenda menurunkan Jokowi. Kita kan nggak bisa menurunkan satu paket, bila Jokowi diturunkan otomastis JK naik. Apakah JK udah sesuai dengan yang diinginkan oleh mahasiswa, harusnya setelah penggulingan sudah ada konsep atau kah ada pemilihan ulang atau siapa yang diangkat”, ketua BEM Amikom, Budi.

Jogjakarta-KoPi| Masyarakat biasa dan cendekia merasa pemerintahan Jokowi-Jk tidak berhasil. Pasalnya banyak kebijakan politik yang membawa mudharat bagi masyarakat. Seperti kenaikan BBM, kenaikan tarif listrik dan kereta api. Belum lagi dengan kebijakan politik nasional lainnya.Kalangan mahasiswa yang semakin gerah dengan tindak tanduk pemerintahan presiden ke tujuh ini memiliki sikap beragam. Apakah aksi besar-besaran tanggal 20 Mei nanti berujung penggulingan ataupun sekadar aksi protes semata.

JK menjadi salah satu alasan Jokowi tidak diturunkan dari kursi presiden. Sekilas JK menjadi temeng bagi Jokowi. Namun bisa memiliki arti lain, guna menyetop langkah JK menjadi presiden.

Hal itu disampaikan oleh ketua BEM UIN Suka, Ucok posisi kita saat ini masih membaca arah politik ke depan.

“Misalnya, kalau Jokowi lengser JK naik, kita belum sampai pada pengulingan Jokowi saja atau dua-duanya. Kita masih proses, kita mappingkan, idealnya siapa yang difigurkan. Inikan kita lagi mengkalkulasi antara jokowi da JK”.

Bagi Ucok ini hal yang sulit ketika JK menjadi presiden. Pasalnya JK dinilai lebih memiliki kedekatan dengan penguasa modal dibandingkan dengan Jokowi.

Terlepas dari pro-kontra Jokowi lengser atau tidak, pakar politik UGM, Abdul Ghaffar Karim mengharapkan mahasiswa sesuai dengan koridornya. Aksi protes yang berujung pada mundurnya Jokowi bukan solusi terbaik.

“Kalau hanya iku-ikutan Jokowi suruh mundur itu bukan agenda yang jelas, tapi itu reaktif. Bila harus digulingkan itu itu sangat berlebihan. Dan sangat berbahaya bagi kepentingan sistem presidensiil”, kritik Ghaffar. |Winda Efanur FS|

back to top