Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Alasan tidak lengserkan Jokowi karena tidak mau JK jadi Presiden

Alasan tidak lengserkan Jokowi karena tidak mau JK jadi Presiden

“Kita kan nggak ada agenda menurunkan Jokowi. Kita kan nggak bisa menurunkan satu paket, bila Jokowi diturunkan otomastis JK naik. Apakah JK udah sesuai dengan yang diinginkan oleh mahasiswa, harusnya setelah penggulingan sudah ada konsep atau kah ada pemilihan ulang atau siapa yang diangkat”, ketua BEM Amikom, Budi.

Jogjakarta-KoPi| Masyarakat biasa dan cendekia merasa pemerintahan Jokowi-Jk tidak berhasil. Pasalnya banyak kebijakan politik yang membawa mudharat bagi masyarakat. Seperti kenaikan BBM, kenaikan tarif listrik dan kereta api. Belum lagi dengan kebijakan politik nasional lainnya.Kalangan mahasiswa yang semakin gerah dengan tindak tanduk pemerintahan presiden ke tujuh ini memiliki sikap beragam. Apakah aksi besar-besaran tanggal 20 Mei nanti berujung penggulingan ataupun sekadar aksi protes semata.

JK menjadi salah satu alasan Jokowi tidak diturunkan dari kursi presiden. Sekilas JK menjadi temeng bagi Jokowi. Namun bisa memiliki arti lain, guna menyetop langkah JK menjadi presiden.

Hal itu disampaikan oleh ketua BEM UIN Suka, Ucok posisi kita saat ini masih membaca arah politik ke depan.

“Misalnya, kalau Jokowi lengser JK naik, kita belum sampai pada pengulingan Jokowi saja atau dua-duanya. Kita masih proses, kita mappingkan, idealnya siapa yang difigurkan. Inikan kita lagi mengkalkulasi antara jokowi da JK”.

Bagi Ucok ini hal yang sulit ketika JK menjadi presiden. Pasalnya JK dinilai lebih memiliki kedekatan dengan penguasa modal dibandingkan dengan Jokowi.

Terlepas dari pro-kontra Jokowi lengser atau tidak, pakar politik UGM, Abdul Ghaffar Karim mengharapkan mahasiswa sesuai dengan koridornya. Aksi protes yang berujung pada mundurnya Jokowi bukan solusi terbaik.

“Kalau hanya iku-ikutan Jokowi suruh mundur itu bukan agenda yang jelas, tapi itu reaktif. Bila harus digulingkan itu itu sangat berlebihan. Dan sangat berbahaya bagi kepentingan sistem presidensiil”, kritik Ghaffar. |Winda Efanur FS|

back to top