Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Aklamasi Pilwali Surabaya lumpuhkan demokrasi Indonesia

Aklamasi Pilwali Surabaya lumpuhkan demokrasi Indonesia
Surabaya - KoPi | Wacana mengenai adanya aklamasi dalam pilwali mendatang menuai banyak kontroversi. Keinginan tersebut muncul dari DPC PDIP Surabaya. Sebelumnya Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana mengumpulkan pimpinan partai politik di rumah dinasnya untuk membahas pilwali Kota Surabaya.

Tri Rismaharini – Wishnu Sakti Buana merupakan pasangan yang diusung untuk menjadi calon yang berazazkan aklamasi ataupun musyawarah mufakat.

Wacana yang baru diggas itu akan diajukan oleh piimpinan parpol ke dewan pimpinan pusat masing-masing. Meskipun begitu, banyak partai yang menolak secara tegas gagasan tersebut. Seperti Gerindra, Golkar dan lain sbeagainya.

Wacana ini juga menuai penolakan dan kritik tegas dari masyarakat Surabaya. Menurut Dewa Ayodhya wacana tersebut mematikan demokrasi di Surabaya bahkan di Indonesia. “Apa gunanya ada reformasi? Kalau kita kembali ke masa orde lama seperti ini?” ujarnya.

Rizky selaku masyarakat Surabaya turut menilai hal tersebut sangat mustahil untuk dilakukan. Meskipun dirinya akan tetap memilih Risma sebagai walikota selanjutnya, namun, aklamasi adalah pemusnahan demokrasi bangsa Indonesia.

“Pemilu itu identitas demokrasi di Indonesia. Aklamasi sangat bertentangan dengan hal tersebut” tuturnya. Menurutnya, Meskipun sila ke empat di pancasila adalah musyawarah dan mufakat, namun aklamasi bukan bagian dari sila tersebut.

Bahkan kritikan mengenai aklamasi ini turut digaungkan oleh masyarakat luar Surabaya. Menurut Irsyad, Mahasiswa asal kediri menilai aklamasi pilwali Surabaya akan mencederasi pemilu di kota lainnya. “Jika aklamasi dilaksanakan di Surabaya, pastinya kota lain akan mencontoh. Dan itu akan melumpuhkan demokrasi kita” ujarnya. | Labibah

back to top