Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ahok melawan Prabowo

foto: www.veooz.com foto: www.veooz.com
Jakarta-KoPi. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melawan sikap politik Gerindra yang ngotot pilkada DPRD. Ahok memilih bertahan pada pemikirannya bahwa kepala daerah harus dipilih langsung oleh rakyat bukan oleh DPRD. Akibatnya, Ahok menyatakan mundur dari Gerindra.

Menurut Ahok di depan para wartawan, dirinya bergabung dengan Gerindra karena dulu memiliki pemikiran yang sama untuk membela kepentingan rakyat.

"Saya cinta dan bergabung dengan Gerindra karena visi kerakyatan. Sekarang berubah, tidak sehaluan lagi karena saya bertahan pilkada harus langsung di tangan rakyat."

Konstelasi politik nasional paska pilpres 2014 makin panas setelah Koalisi Merah Putih di bawah komando Gerindra ingin mengembalikan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui mekanisme pemilihan DPRD. Tanggapan dari masyarakat luas menunjukkan penolakan gagasan yang lebih dimuati kepentingan sempit politik.

Seorang politisi dari Nasdem yang tidak ingin disebutkan namanya merasa bingung dengan sikap parpol-parpol dalam koalisi merah putih.

"Dulu pada Mei 2014, PKS, PAN, Demokrat, PPP dan Gerindra tidak menyetujui pemilihan kepala daerah oleh DPRD yang diatur oleh RUU Pilkada. Setelah kalah pilpres, mereka tiba-tiba berubah sikap. Mereka mempermainkan rakyat".

Sikap politik koalisi Merah Putih banyak menuai protes dan penolakan dari berbagai kalangan melalui media twitter seperti Indra J Piliang. Melalui akunnya Indra menyatakan rakyat akan menjauh.

"Bisa dipastikan, kepala2 daerah via DPRD akan menjauh dari rakyat, lalu mendekat ke partai2 pengusungnya di semua tingkatan."

 

Reporter: E. Hermawan

back to top