Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

UGM dan Banggai Kepulauan Jalin Kerja Sama Pengembangan Potensi Pariwisata dan Perikanan

UGM dan Banggai Kepulauan Jalin  Kerja Sama Pengembangan Potensi Pariwisata dan Perikanan

Jogja-KoPi| Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, menggandeng Universitas Gadjah Mada dalam pengembangan potensi daerah dalam sektor pengembangan pariwisata, perikanan dan pertanian.  

Hal itu mengemuka dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Kabupaten Banggai Kepulauan dan Universitas Gadjah Mada yang dilakukan oleh Plt. Sekda Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST. MT dengan Direktur Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., di ruang sidang Dewan Guru Besar, Gedung Pusat UGM, Rabu (26/9).

Rusli Moidady, menyampaikan apresiasi kepada UGM yang selama ini telah banyak memberikan perhatian melalui pengiriman mahasiswa KKN di kabupatan yang berada di bagian timur pulau sulawesi tersebut.

“Perhatian UGM selama ini merupakan anugerah yang sangat luar biasa di daerah kami yang berada di bagian timur dari seberang sulawesi ini,” katanya.

Sebagai daerah kepulauan, kata Rusli, kabupaten Banggai merupakan daerah yang dimekarkan pada tahun 1999 dengan jumlah penduduk saat ini mencapai 116 ribu jiwa yang tersebar di 12 kecamatan. “Berada di daerah pesisir, mayoritas mata pencaharian bidang pertanian, perikanan dan perkebunan,” katanya.

 Ia menyebutkan beberapa satu komoditi unggulan daerah tersebut adalah kopra,  umbi-umbian, jambu mete, cengkeh, dan coklat. Meski luas daerahnya berupa laut namun sektor perikanan dan pariwisata belum dikembangkan secara optimal.

“Pulau kami sebagian besar terbentuk dari batuan karst, sekitar 90 persen. Memang dengan batuan karst punya keterbatasan pengembangan infrastruktur, pertanian dan perkebunana. Ke depan kami berharap bisa lebih mampu mengembangkannya lagi dengan dukungan dari hasil kerja sama ini,” katanya.

Selain bidang pengembnagna potensi sumber daya alam, Rusli mengtakan pihaknya berkeinginan untuk meniongkatkan kulitas SDM lokal dari kabupaten Banggai Kepulauan. Salah satunya pengiriman calon mahaiswa yang berkesempatan kuliah di kampus UGM.

”Mungkin ada peluang bagi daerah untuk mendapat akses masuk ke ugm,” kata Rusli yang menyebutkan tenaga dokter di tempatnya masih sangat minim yang berjumlah 16 orang dengan dokter tenaga kontrak atau dokter PTT .

 Danang Sri Hadmoko mengatakan melalui penandatangan nota kesepahaman ini akan banyak hal yang bisa dikerja samakan lebih lanjut dalam rangka mendukung pembangunan di daerah Indonesia Bagian Timur, “UGM sangat konsen di daerah 3T (daerah terdepan, terluar, dan tertinggal), apalagi di daerah Indonesia bagian timur,” katanya.

 Ia mengharapkan kerja sama yang sudah terjalin lewat pengiriman mahasiswa KKN PPM masih terus berlanjut dalam rangka pemberdayaan masyarakat lokal.

Danang menambahkan daerah Banggai Kepuluan yang memiliki cakupan wilayah laut yang cukup luas sehingga nantinya bisa dikembangkan potensi sektor perikanan melalui pengembangan nilai tambah produk olahan hasil ikan.

“Kita harapkan nantinya produk dari masyarakat pesisir ini bisa terserap oleh pasar sebagai produk unggulan dari Banggai Kepulauan,” katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

back to top