Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Siap swasembada beras, ini syaratnya

Siap swasembada beras, ini syaratnya

Yogyakarta-KoPi| Dalam tiga tahun ke depan Presiden Joko Widodo merencakan program swasembada pangan, terutama beras, gula dan jagung. Program itu tentu menjadi hal yang menarik mengingat realitas dunia pertanian kita yang dinilai banyak pihak tak lagi menjadi alat produksi utama. Namun, program ini juga dinilai positif oleh sebagian kalangan.

Seperti pendapat mahasiswa S3 UGM jurusan Pemuliaan Tanaman yang tak mau menyebut namanya ini, “Sangat mungkin karena di Indonesia punya lahan yang sangat luas, dan banyak varietas yang  kemampuan dan keunggulan”.

Optimisme serupa juga disampaikan oleh Prof. Andrea Santosa dari Institut Pertanian Bogor (IPB), bahwa kedaulatan pangan bisa tercapai asalkan mengubah mindset terlebih dahulu. Prof Andrea mengatakan masih banyak sekali persoalan pertanian Indonesia. Bila Indonesia hendak berswasembada beras ada dua hal penting yang harus direformasi.

“Paling penting orientasi pembagunan pertanian itu harus berubah ke arah kedaulatan pangan. Pertama ubah paradigma, bahwa yang kita capai ke depan itu kedaulatan pangan bukan ketahanan pangan. Kalau ketahanan pangan itu penduduk Indonesia cukup pangan entah itu makan darimana. Asal dari manapun tidak masalah,

“Kedua soal kebijkan. Program ini belum kami lihat. Ada memang perbaikan irigasi dan pembanguna dam, tapi belum berpengaruh signifikan. Untuk mencapai swasembada beras, belum mencukupi. Pembagunan itu juga perlu waktu”, papar Prof. Andrea.

Keberpihakan pemerintah terhadap petani menjadi prioritas utama tercapainya swasembada beras bahkan swasemabada pangan. Hal ini tidaklah mustahil, jika pemerintah total dan serius. Nah!  

 

Baca:

Petani Indonesia kelas termiskin di Indonesia

Terbaik di Asean dalam produkvitas, toh tetap saja impor

Hasil penelitian kita hanya jadi alat propaganda

Masuknya modal asing membuat kita harus impor pangan

 

 

 

 

back to top