Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rp. 864 Milyar per tahun tanpa potong pajak

Rp. 864 Milyar per tahun tanpa potong pajak
Perputaran uang dari Ayam Broiler di DIY mencapai hampir 1 Trilyun atau Rp 864 Milyar per tahun. Angka ini lahir hanya dari 18 Inti Kemitraan. Tetapi, anehnya mereka tidak membayar pajak. Atau dibebaskan?

Yogyakarta-KoPi- Menurut Rosul Suhendro, Koordinator Inti Kemitraab di DIY ADHPI (Assosiation Dokter Hewan Perunggasan Indonesia), perputaran uang dari Ayam Broiler di DIY mencapai 2,4 Milyar per hari atau 8640 Milyar per tahun. Hasil ini hanya diperoleh dari sekitar 18 Inti Kemitraan yang ada di Yogyakarta. (baca: Inti-Plasma Ayam Broiler di Jogja hasilkan ratusan milyar rupiah).

Setiap inti bia memiliki sekitar 17-20 plasma yang tersebar di seluruh Yogyakarta. Rosul Suhendro yang juga seorang dokter hewan, memberikan angka tersebut tanpa bersedia memberikan penjelasan siapa saja plasma yang menjadi anggota Inti Kemitraan tersebut.

Rosul bahkan memberikan keterangan bahwa dia menolak memberikan nama-nama plasma karena alasan agar tidak membayar pajak. Ketika ditanya alasannya mengapa tidak membayar pajak, Rosul mengatakan itu kesepakatan bersama.

Sutarno, Kabid Peternakan Dinas Pertanian DIY, bahkan sebelumnya juga menengarai bahwa banyak para peternak di DIY tidak membayar pajak.

Selain indikasi para peternak tidak membayar pajak, bisinis ini ternyata juga belum memiliki regulasi yang jelas. Menurut Sutarno, regulasi masih hanya mengatur Grand Parents yang berada di pusat. Sementara regulasi yang ada di daerah tidak terlindungi sama sekali.

Reporter: Winda Efanur Fs, Haerul Mustakim

back to top