Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Rp. 864 Milyar per tahun tanpa potong pajak

Rp. 864 Milyar per tahun tanpa potong pajak
Perputaran uang dari Ayam Broiler di DIY mencapai hampir 1 Trilyun atau Rp 864 Milyar per tahun. Angka ini lahir hanya dari 18 Inti Kemitraan. Tetapi, anehnya mereka tidak membayar pajak. Atau dibebaskan?

Yogyakarta-KoPi- Menurut Rosul Suhendro, Koordinator Inti Kemitraab di DIY ADHPI (Assosiation Dokter Hewan Perunggasan Indonesia), perputaran uang dari Ayam Broiler di DIY mencapai 2,4 Milyar per hari atau 8640 Milyar per tahun. Hasil ini hanya diperoleh dari sekitar 18 Inti Kemitraan yang ada di Yogyakarta. (baca: Inti-Plasma Ayam Broiler di Jogja hasilkan ratusan milyar rupiah).

Setiap inti bia memiliki sekitar 17-20 plasma yang tersebar di seluruh Yogyakarta. Rosul Suhendro yang juga seorang dokter hewan, memberikan angka tersebut tanpa bersedia memberikan penjelasan siapa saja plasma yang menjadi anggota Inti Kemitraan tersebut.

Rosul bahkan memberikan keterangan bahwa dia menolak memberikan nama-nama plasma karena alasan agar tidak membayar pajak. Ketika ditanya alasannya mengapa tidak membayar pajak, Rosul mengatakan itu kesepakatan bersama.

Sutarno, Kabid Peternakan Dinas Pertanian DIY, bahkan sebelumnya juga menengarai bahwa banyak para peternak di DIY tidak membayar pajak.

Selain indikasi para peternak tidak membayar pajak, bisinis ini ternyata juga belum memiliki regulasi yang jelas. Menurut Sutarno, regulasi masih hanya mengatur Grand Parents yang berada di pusat. Sementara regulasi yang ada di daerah tidak terlindungi sama sekali.

Reporter: Winda Efanur Fs, Haerul Mustakim

back to top