Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Petani tunggu respons pemerintah atasi kekeringan

Petani tunggu respons pemerintah atasi kekeringan
Surabaya - KoPi | Bulan Juli seharusnya menjadi masa saat petani merawat tanaman mereka yang baru tumbuh. Namun, kebiasaan tersebut akhir-akhir ini semakin susah dilakukan. Kekeringan menghambat rencana mereka dan menimbulkan penderitaan bagi petani Indonesia.
 

Penderitaan yang dialami petani tersebut diungkapkan oleh Serikat Petani Indonesia (SPI). Di berbagai wilayah di Indonesia, tanaman petani mengalami puso. SPI meminta pemerintah untuk segera merespon krisis yang dialami oleh para petani tersebut. 

"Dana talangan panen, tanaman yang puso, harus segera diganti oleh pemerintah. Kekeringan adalah bencana alam, harus direspon cepat agar petani aman berproduksi," ujar Ketua SPI Henry Saragih di Surabaya. SPI juga meminta agar pemerintah menerbitkan data akurat mengenai seberapa luas area yang menderita kekeringan.

Henry menyarankan untuk saat ini pemerintah melakukan penanganan jangka pendek dengan membagikan pompa air bagi petani. Bantuan tersebut harus merata, karena biaya menyewa pompa di pedesaan cukup mahal.

BMKG menyatakan, kekeringan yang melanda Indonesia akhir-akhir ini merupakan akibat dari El Nino yang terus menguat. Mereka memperkirakan musim kemarau di beberapa tempat di Indonesia akan semakin panjang dan menguat mulai Agustus hingga Desember. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan saat ini ada 25.000 hektar tanaman petani yang mengering. Sedangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) menyarankan agar petani tidak menanam padi di musim ini

Akibatnya, sudah ada 8 daerah yang dilaporkan mengalami bencana kekeringan, antara lain Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara.

Untuk mengatasi bencana kekeringan ini, Presiden Joko Widodo dilaporkan akan membagikan pompa air di daerah yang dilanda kekeringan. Selain itu, untuk penanganan jangka panjang, Presiden akan membangun ribuan embung atau waduk buatan.

back to top