Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Petani tunggu respons pemerintah atasi kekeringan

Petani tunggu respons pemerintah atasi kekeringan
Surabaya - KoPi | Bulan Juli seharusnya menjadi masa saat petani merawat tanaman mereka yang baru tumbuh. Namun, kebiasaan tersebut akhir-akhir ini semakin susah dilakukan. Kekeringan menghambat rencana mereka dan menimbulkan penderitaan bagi petani Indonesia.
 

Penderitaan yang dialami petani tersebut diungkapkan oleh Serikat Petani Indonesia (SPI). Di berbagai wilayah di Indonesia, tanaman petani mengalami puso. SPI meminta pemerintah untuk segera merespon krisis yang dialami oleh para petani tersebut. 

"Dana talangan panen, tanaman yang puso, harus segera diganti oleh pemerintah. Kekeringan adalah bencana alam, harus direspon cepat agar petani aman berproduksi," ujar Ketua SPI Henry Saragih di Surabaya. SPI juga meminta agar pemerintah menerbitkan data akurat mengenai seberapa luas area yang menderita kekeringan.

Henry menyarankan untuk saat ini pemerintah melakukan penanganan jangka pendek dengan membagikan pompa air bagi petani. Bantuan tersebut harus merata, karena biaya menyewa pompa di pedesaan cukup mahal.

BMKG menyatakan, kekeringan yang melanda Indonesia akhir-akhir ini merupakan akibat dari El Nino yang terus menguat. Mereka memperkirakan musim kemarau di beberapa tempat di Indonesia akan semakin panjang dan menguat mulai Agustus hingga Desember. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan saat ini ada 25.000 hektar tanaman petani yang mengering. Sedangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) menyarankan agar petani tidak menanam padi di musim ini

Akibatnya, sudah ada 8 daerah yang dilaporkan mengalami bencana kekeringan, antara lain Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara.

Untuk mengatasi bencana kekeringan ini, Presiden Joko Widodo dilaporkan akan membagikan pompa air di daerah yang dilanda kekeringan. Selain itu, untuk penanganan jangka panjang, Presiden akan membangun ribuan embung atau waduk buatan.

back to top