Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Petani dan peternak diminta membayar asuransi

Petani dan peternak diminta membayar asuransi

Jogja-KoPi|Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko meminta kepada petani dan peternak asuransikan tanaman dan ternaknya.

Melihat kembali dampak badai cempaka seminggu lalu seperti air yang membanjiri ratusan hektare sawah serta mampu menghanyutkan ternak, Sasongko pun menyarankanagar petani dan peternak lebih mawas diri pada kemungkinan musibah bencana tersebut.

Menurutnya, membayar asuransi tanaman padi dan ternak sapi ini menjadi solusi yang dapat mampu meringankan beban petani dan peternak.

"Jadi pemerintah itu sudah berupaya masuk ke asuransi seperti AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) untuk membantu petani dan peternak. Asuransi itukan difasilitasi pemerintah dan dapat mengalihkan resiko kerugian petani sehingga pemerintah juga dapat menanggungnya,"ujarnya,ditulis pada Senin (4/12).

Ia melanjutkan, pada Asuransi ini, petani hanya membayar premi 20% sementara pemerintah akan membayar premi sisanya yaitu 80%. Jika dirupiahkan maka petani membayar sebesar Rp.36.000 per hektare sawah dan pemerintah membayar 144 ribu.

Sementara bagi peternak sapi, peternak membayar asuransi Rp. 40.000 per ekornya. Terkait jumlah uang yang bisa diklaim jika kemungkinan terjadi kerugian akibat musibah dan mematikan tanaman padi, petani memperoleh ganti rugi sebesar 6 Juta rupiah per hektarenya. Peternak sapi pun juga mendapatkan ganti rugi 10 Juta rupiah per ekornya jika sapinya hanyut terbawa banjir.

"Membayarnya bagi Peternak hanya bayar setahun sekali ,sementara petani bayarnya permusim saat akan tanam saja,"imbuhnya.

Meski terlihat sangat membantu namun ada beberapa kekurangan pada asuransi ini. Seperti asuransi ini baru bisa diberlakukan hanya pada petani yang bercocok tanam pada tanaman padi dan peternak sapi saja.

Serta bagi petani, pengajuan asuransi ini hanya bisa diterima sebelum masa tanam,jika terjadi musibah banjar di lahan sawah dan petani baru mengajukan asuransi maka uang asuransi tidak dapat diklaim.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top