Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Indonesia pertama kalinya menanam tiga jenis tanaman biotek

Indonesia pertama kalinya menanam tiga jenis tanaman biotek
Jogja-KoPi| Muhammad Herman dari Komisi Nasional Sumber Daya Genetik Pertanian dan Koordinator Feed the Future Biotechnology (biotek) Potato Partnership mengatakan pihaknya sudah siap melepas tiga jenis benih biotek untuk disebarluaskan di Indonesia.
Tiga jenis benih biotek yang dikembangkan pihaknya adalah Jagung, Kentang dan Tebu. Herman mengatakan ketiga benih biotek tersebut sudah lulus uji pangan, uji lingkungan dan tinggal menunggu tanda tangan dari Kementrian Pertanian RI.
 
"Kita tinggal menunggu tanda tangan dari kementan,sebelum dikomersialisasikan dan disebar luaskan,"terangnya saat Jumpa pers di Auditorium di Fakultas Pertanian UGM,Selasa(23/5).
 
Herman menjelaskan benih biotek ini akan sangat membantu petani dalam meningkatkan produktifitas petani. Seperti penanaman benih biotek Jagung tebu dapat membuat tanaman biotek menjadi tahan pada kekeringan dan herbisida.
 
Sementara benih biotek kentang dapat membuat tanaman kentang menjadi tahan penyakit busuk daun (hawar).
 
Berkaitan wacana pelepasan benih biotek ini,Herman mengatakan sejak tahun 2001,Indonesia belum pernah sekalipun melepaskan benih hasil biotek. Alasannya adalah peraturan di Kementan ada yang belum selesai seperti pedoman pasca pelepasan benih.
 
Hal ini juga yang membuat benih buatannya belum bisa dilepaskan meski benihnya sudah lulus uji dan sidang dari tim penilai varietas Kementan.
 
"Karena belum ada pedoman pasca pelepasan jadi benih tersebut hanya menunggu dari kementan,"lanjutnya.
 
Herman mengimbuhkan proses pelepasan biotek dari kementan ini terbilang cukup panjang. Seperti proses regulasi pengawasan pertanian, proses penanda tanganan lewat menteri lalu selanjutnya dibawa ke biro hukum dan menunggu pedoman pasca pelepasan. Meski prosesnya terbilang cukup panjang,dia berharap ketiga benih tersebut bisa segera dilepas.
 
"Harapannya tahun ini,benih biotek yang kita kembangkan bisa dilepaskan,maksimal waktunya sebelum pemilu Presiden 2019.Tujuannya sendiri agar kita bisa terus melakukan penelitian dibidang biotek lainnya," tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top