Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Harga Cabai Anjlok, Cabai Yogyakarta masih aman

Sumber foto Indowarta Sumber foto Indowarta

Jogja-Kopi|Harga cabai di Yogyakarta masih aman hingga saat ini, walaupun di daerah lain harga cabai anjlok.
Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta, Sasongko, mengatakan bahwa harga cabai di Yogyakarta masih aman untuk saat ini.

”Meski harga cabai anjlok, namun harga masih diposisi menguntungkan bagi petani dan pembeli,”ujar, Sasongko, pada awak media di Kantor Gubernur DIY, Kamis (6/4).

Harga cabai di Yogyakarta sendiri khususnya di pasar Bringharjo menurut bkpp.jogjaprov.go.id mencapai Rp 20.000 untuk cabai merah besar dan Rp 15.000 untuk cabai keriting. Menurut Sasongko, harga tersebut sudah kompromif, menguntungkan bagi petani dan masyarakat sebagai pembeli.

Kemudian ia mengatakan bahwa Dinas Pertanian baru akan bergerak jika ada permasalahan di pertanian, misalnya barang atau cabai tidak terserap ke luar daerah.

“Pergerakkan yang dimaksud seperti kita beri sosialisasi mengolah cabai menjadi bubuk dengan proses pengeringan dan dapat dijual. Namun sampai saat ini, penjualan masih menguntungkan petani dan cabai yang laku dijual masih dalam bentuk segar,”katanya.

back to top