Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Harga Cabai Anjlok, Cabai Yogyakarta masih aman

Sumber foto Indowarta Sumber foto Indowarta

Jogja-Kopi|Harga cabai di Yogyakarta masih aman hingga saat ini, walaupun di daerah lain harga cabai anjlok.
Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta, Sasongko, mengatakan bahwa harga cabai di Yogyakarta masih aman untuk saat ini.

”Meski harga cabai anjlok, namun harga masih diposisi menguntungkan bagi petani dan pembeli,”ujar, Sasongko, pada awak media di Kantor Gubernur DIY, Kamis (6/4).

Harga cabai di Yogyakarta sendiri khususnya di pasar Bringharjo menurut bkpp.jogjaprov.go.id mencapai Rp 20.000 untuk cabai merah besar dan Rp 15.000 untuk cabai keriting. Menurut Sasongko, harga tersebut sudah kompromif, menguntungkan bagi petani dan masyarakat sebagai pembeli.

Kemudian ia mengatakan bahwa Dinas Pertanian baru akan bergerak jika ada permasalahan di pertanian, misalnya barang atau cabai tidak terserap ke luar daerah.

“Pergerakkan yang dimaksud seperti kita beri sosialisasi mengolah cabai menjadi bubuk dengan proses pengeringan dan dapat dijual. Namun sampai saat ini, penjualan masih menguntungkan petani dan cabai yang laku dijual masih dalam bentuk segar,”katanya.

back to top