Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Harga beras tak akan kembali murah

Harga beras tak akan kembali murah
Surabaya – KoPi | Berkat pemerintah Orde Baru, beras telah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Meski di buku pelajaran masa SD disebutkan beberapa komunitas di Indonesia mengkonsumsi makanan lain seperti jagung atau sagu, tak bisa dibantah beras kini telah dikonsumsi secara luas di Indonesia.
Akibatnya ketika terjadi kenaikan harga beras, banyak masyarakat yang terkena dampaknya. Masyarakat yang tidak lagi terbiasa mengkonsumsi makanan alternatif seperti ubi dan singkong harus begitu tergantung pada beras. Berapa pun harga beras, mereka harus membelinya.

Pemerintah menyebutkan kenaikan harga beras akhir-akhir ini dikarenakan masa panen yang terlambat. Selain musim kemarau panjang, di beberapa daerah juga terjadi serangan hama dan banjir sehingga panen berkurang. 

Selain itu, ditariknya stok beras nasional untuk jatah raskin pada bulan November, Desember, dan Januari juga mempengaruhi kenaikan harga beras. Karena kekosongan tersebut, pemerintah jadi dianggap terlambat menggelontorkan beras ke pasar. Akibatnya terjadi kekosongan stok di pasar dan hal itu dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebelumnya mengeluarkan pernyataan bahwa harga beras akan segera turun. Hal itu karena dalam dua minggu ke depan daerah penghasil beras akan memasuki masa panen raya. KPPU berharap stok beras akan kembali membanjiri pasar dan menurunkan harga.

Meski demikian, Sosiolog Kemiskinan dari Unair, Bagong Suyanto skeptis harga beras akan kembali seperti semula. Menurutnya, begitu harga suatu barang naik, akan sulit kembali hingga ke level sebelumnya. Ia yakin harga beras akan tetap tinggi, dan masyarakat miskin akan kesulitan membelinya.

“Faktor penyebabnya karena lahan persawahan yang semakin berkurang. Produksi beras kita semakin turun, akibatnya kita harus terus impor. Saya percaya harga beras akan terus naik. Kalau ini dibiarkan ancaman krisis beras di Indonesia bisa semakin nyata,” ujarnya.

 

back to top