Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

DITJENBUN: Yogyakarta miliki potensi perkebunan yang besar di sektor gula

DITJENBUN: Yogyakarta miliki potensi perkebunan yang besar di sektor gula

Jogja-KoPi| Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementrian Pertanian, Bambang, mengatakan bahwa Yogyakarta miliki potensi perkebunan yang besar di sektor Gula.

 

Bambang mengatakan bahwa Yogyakarta telah memberikan dorongan swasembada nasional lewat pabrik gula Maduksimo yang sudah berdiri sejak tahun 1955. Ditunjukkan dengan surplusnya jumlah gula swasembada Yogyakarta yang pasokkannya lebih dari 1.000 ton.

Selanjutnya Bambang menginginkan agar Pemerintah kota Yogyakarta dapat menciptakan sinergitas antar pabrik gula dan petani tebu.

“Kita dorong terus kepada Gubernur dan perusahaan industri untuk menangani sinergi antar industri dan petani . Industri kita tingkatkan efisiensinya dan petani kita dorong produksinya,” ujarnya kepada awak media di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (6/4).

Sementara itu, upaya-upaya untuk mendorong swasembada gula juga direncanakan oleh Ditjen Perkebunan Pusat, seperti pembukaan lahan baru untuk tebu di wilayah berpotensi dan program bongkar raton atau bongkar tanah perkebunan tebu yang sudah berusia lebih dari 6 tahun.

"Tanah tersebut kemudian di ganti dengan benih tebu yang produktivitasnya lebih tinggi", kata Bambang.

Kemudian, Bambang menjelaskan bahwa program ini akan sangat membantu petani yang kekurangan energi untuk investasi perbaikan tanamannya.

“Dengan meningkatkan produktivitas, setidaknya kebutuhan konsumsi dan pangan bisa terpenuhi”, tambahnya.

Selain itu, Bambang juga menekankan agar efisiensi industra gula menjadi perhatian dalam usaha mendorong perkebunan gula di Yogyakarta.

“Supaya ketidak efisianan industri bisa dihindari masyarakat,upaya-upaya peningkatan juga kita lakukan seperti bongkar rotan yang rencana akan kita laksanakan pada tahun 2018,”lanjutnya.

Tak hanya itu, Bambang juga menambahkan bahwa beberapa sektor perkebunan selain perkebunan gula memiliki potensi jika ditingkatkan produktivitasnya dan dipantau sinergitas antar pihak perkebunan. Seperti Perkebunan Kakao di Gunungkidul, Kopi merapi, dan perkebunan teh di Kulonprogo|Syidiq Syaiful Ardli

back to top