Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Cegah konflik agraria, Kementerian Agraria dan Tata Ruang larang konversi lahan pertanian

Cegah konflik agraria, Kementerian Agraria dan Tata Ruang larang konversi lahan pertanian
Surabaya – KoPi | Ferry mengungkapkan, selama ini banyak pihak yang menganggap konflik agraria selalu mengorbankan masyarakat miskin. Karena itu, lebih baik ada langkah mediasi dalam penyelesaian konflik semacam itu.
 

“Seharusnya ini kan bukan masalah siapa yang benar siapa yang salah, siapa yang terusir siapa yang menguasai. Kalau hanya itu, kita tidak membangun ruang keadilan namanya,” tukas Ferry.

“Mindset yang harus dipegang dalam penyelesaian konflik agraria adalah urgensi kemanfaatan dan kegunaan lahan, bukan kepemilikan. Yang penting adalah ada manfaat dari kegunaan atas tanah oleh semua pihak,” tambahnya.

Untuk mencegah alih fungsi lahan pertanian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang telah mengesahkan aturan yang memudahkan pemilik lahan pertanian. Tujuannya agar lahan pertanian tidak seenaknya dikonversi menjadi perumahan atau bangunan lain.

Ferry menjelaskan, dalam aturan tersebut para pemilik lahan pertanian boleh memiliki hak atas lahan atas nama beberapa orang. Namun lahan yang sudah ditetapkan sebagai lahan pertanian tersebut tidak boleh dialihfungsikan oleh siapapun. “Akan ada ancaman kurungan bagi siapapun yang melanggar,” ujar Ferry.

 

back to top