Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Beras plastik bisa jadi tidak berbahaya

Beras plastik bisa jadi tidak berbahaya
Surabaya - KoPi | Indutri pangan Indonesia kembali terusik dengan tersebarnya beras jenis baru, yaitu beras plastik. Beras yang diduga telah beredar di negara Asia ini telah merambat ke produsen di Indonesia.

Beras ini disinyalir berbahan dasar kentang dengan plastik yang diolah hampir mirip seperti beras padi. Bahkan setelah pengolahan menjadi nasi, tidak terlalu jelas perbedaan dengan beras asli.

Menurut Dr. Merryana Adriani, SKM.,M.Kes jenis plastik yang digunakan dalam pengolahan beras plastik harus diteliti lebih jauh.  Jika plastik yang digunakan adalah jenis selulosa maka beras jenis tersebut dinilai tidak berbahaya.

Jenis plastik ini seperti kertas pembungkus yang terdapat dipermen susu. sehingga memang tidak berbahaya untuk dimakan. “umbi-umbian yang dijadikan bahan dasar kemungkinan akan melebur ketika dikukus, sehingga dibungkus kuat dengan menggunakan plastik jenis ini, kalau seperti ini tentunya tidak berbahaya” ujar Merry.
Namun jika jenis plastik yang digunakan adalah plastik yang berbahaya, tentunya akan membuat perusakan pada pencernaan dan jaringan.

Pakar gizi Universitas Airlangga ini menghimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam mengkonsumsi beras. Ketelitian dan kepekaan terhadap  penggunaan beras harus diutamakan. Sehingga konsumen tidak asal membeli sehingga menimbulkan penyakit.

“untuk menghindari ketergantungan terhadap beras, maka masyarakat bisa beralih dalam penggunaan umbi-umbian sebagai bahan pokok. Seperti kentang, jagung dan umbi-umbian jenis lainnya. Kandungan gizinya bisa lebih tinggi dibanding dengan beras. Meskipun butuh penyesuaian dalam pengkonsumsian tersebut” tutur Merry. | Labibah

back to top