Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Asupan Protein Hewani Indonesia Rendah

Asupan Protein Hewani Indonesia Rendah
Dibanding dengan negara Asean lainnya, Indonesia masih tergolong rendah dalam asupan gizi protein hewaninya. Masih kalah dengan Vietnam, apalagi Thailand.

Yogyakarta-KoPi- Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 237.641.326 jiwa (BPS, 2010). Jumlah ini membuat Indonesia harus memiliki ketersediaan pangan yang besar. Khususnya ketersediaan protein hewani.

Menurut dosen FKH Universitas Wijaya Kusuma Surabaya drh. Rondius Solfaine, MP, mengatakan, kebutuhan protein sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia dan ayam adalah jawaban yang lebih mudah.

“Daging Ayam Broiler atau ayam kampung adalah cara mudah kita memenuhi kebutuhan akan protein hewani. Karena keduanya protein yang sangat murah dibandingkan kita kalau harus beli daging kambing atau sapi”, kata Rondius.

Untuk pemenuhan protein hewani masyarakat Indonesia saat ini baru mencapai angka 60 % dibawah Vietnam dengan 80 % bahkan Thailand yang telah mencapai angka sempurna 100%. Dari rendahnya prosentase tersebut mengharuskan Indonesia mengimpor sejumlah bibit Ayam Broiler berumur sehari atau DOC (Day Old Chick) dari negara lain seperti Amerika Serikat, dan Eropa seperti Inggris.

“Masih sulit untuk mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. Untuk sektor peternakan Ayam Broiler ini bukan hanya DOC yang kita impor tetapi juga pakan dan peralatannya”,ungkap Sutarno selaku ketua Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY.

back to top