Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Asupan Protein Hewani Indonesia Rendah

Asupan Protein Hewani Indonesia Rendah
Dibanding dengan negara Asean lainnya, Indonesia masih tergolong rendah dalam asupan gizi protein hewaninya. Masih kalah dengan Vietnam, apalagi Thailand.

Yogyakarta-KoPi- Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 237.641.326 jiwa (BPS, 2010). Jumlah ini membuat Indonesia harus memiliki ketersediaan pangan yang besar. Khususnya ketersediaan protein hewani.

Menurut dosen FKH Universitas Wijaya Kusuma Surabaya drh. Rondius Solfaine, MP, mengatakan, kebutuhan protein sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia dan ayam adalah jawaban yang lebih mudah.

“Daging Ayam Broiler atau ayam kampung adalah cara mudah kita memenuhi kebutuhan akan protein hewani. Karena keduanya protein yang sangat murah dibandingkan kita kalau harus beli daging kambing atau sapi”, kata Rondius.

Untuk pemenuhan protein hewani masyarakat Indonesia saat ini baru mencapai angka 60 % dibawah Vietnam dengan 80 % bahkan Thailand yang telah mencapai angka sempurna 100%. Dari rendahnya prosentase tersebut mengharuskan Indonesia mengimpor sejumlah bibit Ayam Broiler berumur sehari atau DOC (Day Old Chick) dari negara lain seperti Amerika Serikat, dan Eropa seperti Inggris.

“Masih sulit untuk mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. Untuk sektor peternakan Ayam Broiler ini bukan hanya DOC yang kita impor tetapi juga pakan dan peralatannya”,ungkap Sutarno selaku ketua Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY.

back to top