Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

UN online akan baik-baik saja

UN online akan baik-baik saja
Surabaya – KoPi | Jika melihat ketergesaan pada uji coba Ujian Nasional (UN) secara online di beberapa SMA dan SMK di Surabaya, patutlah muncul kekhawatiran mengenai pelaksanaan event tersebut. Siswa dan sekolah di Surabaya mengaku baru mendapat pemberitahuan mengenai teknis pelaksanaan ujian tersebut pada Februari lalu, atau 2 bulan sebelum UN.

 

Kekhawatiran utama adalah ketidakstabilan server yang dipakai. Maklum, jika server masih dalam kondisi rawan, ada kemungkinan data yang dimasukkan bisa hilang. Itu pula yang menjadi alasan mengapa Surabaya menjadi salah satu kota yang ditunjuk menjalani UN online pertama.

Mantan Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Daniel M. Rosyid mengatakan siswa tak perlu khawatir mengenai infrastruktur dan teknis pelaksanaan UN online. Ia yakin Kota Surabaya memiliki infrastruktur yang memadai untuk ujian tersebut. 

“Saya kira UN online di Surabaya untuk sekolah dengan prasaran IT yang cukup tidak akan bermasalah,” ujarnya kepada KoranOpini. 

Daniel mengatakan persoalannya bukan pada rincian teknisnya, tetapi pada ekosistem sosial budaya yang melingkupi praktik UN. Selama ini UN selalu menjadi ajang kebanggan bagi sekolah, sehingga membebani siswa karena siswa dipatok standar yang tinggi.

“Selama UN online tidak menentukan kelulusan dan tidak diposisikan sebagai taruhan besar bagi anak, guru, dan sekolah, saya kira UN online akan baik-baik saja,” ungkapnya.

 

back to top