Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

UAJY Pemenang Dana Kemitraan Riset RI-UK

UAJY Pemenang Dana Kemitraan Riset RI-UK

Jakarta-KoPi| Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menunjukkan komitmennya dalam kerjasama di bidang pengembangan riset dan publikasi internasional ketika dosen UAJY memenangkan hibah Kemitraan Riset dua negara antara Pemerintah Indonesia dan Inggris.

Menurut Rektor UAJY, Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., Dosen UAJY sebagai pengajar dan peneliti selalu didorong untuk mengikuti kompetisi dana hibah penelitian dan publikasi internasional. Selain sebagai pelayanan terhadap mahasiswa dengan memberikan yang terbaik dan pengembangan keilmuan dosen itu sendiri, prestasi ini juga bermakna penting bagi proses akselerasi bagi UAJY untuk menuju World Class University (WCU).

Dana riset yang dimenangkan oleh Dr. Gregoria Arum Yudarwati, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY, ini berasal dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama Pemerintah Inggris yang pada Rabu (23/3) meresmikan kemitraan penguatan dan pendanaan riset dan invovasi bersama dengan nama UK-Indonesia Science &Technology Fund. Peresmian ini dihadiri oleh Menristek, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Direktur British Council.

Kemitraan ini bertujuan membawa kegiatan riset di Indonesia ke tataran internasional, sekaligus memperkuat peran sains dan teknologi dalam menunjang pembangunan.

“Indonesia memiliki visi untuk menjadi kekuatan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan. Kerjasama strategis dengan mitra international seperti Inggris melalui skema seperti ini akan mendorong percepatan terwujudnya visi tersebut,” Menteri Ristek, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan kepada media.

Dalam peresmian tersebut Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, menambahkan, “Pemerintah Inggris berkomitmen untuk menganggarkan 10 juta poundsterling sampai tahun 2021 demi mendukung pengembangan dan penguatan riset dan inovasi di Indonesia.”

Salah satu bentuk kegiatan UK-Indonesia Science & Technology Fund adalah pemberian dana hibah penelitian Institutional Links kepada 7 kemitraan riset RI-UK terpilih dan dana penyelenggaraan lokakarya peneliti Reseracher Links yang diberikan kepada 5 insitusi terpilih. Proses seleksi bersama telah dilakukan mulai pertengahan tahun 2015. Total pendanaan dari kegiatan yang dijalankan melalui British Council ini berjumlah 750.000 poundsterling atau sekitar 14,8 milyar rupiah.

Yudarwati dari UAJY terpilih menjadi penerima dana Institutional Links dan bermitra riset dengan Profesor Anne Gregory dari University of Huddersfield yang berlokasi di West Yorskhire, Inggris. Topik penelitiannya adalah “Transitions towards Renewable Energy Based Communities: A strategic communication and community engagement approach to the Indonesian energy self-sufficient villages project”.

Proses penelitian ini sesuai seperti yang diungkapkan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik.

“Kami di Inggris memiliki budaya riset dan inovasi yang sudah mengakar, Indonesia juga memiliki potensi penelitian yang sangat besar. Pemerintah Inggris berharap komunitas peneliti di kedua negara dapat saling mengisi dan saling belajar.”

Kegiatan Institutional Links dan Researcher Links akan diselenggarakan setiap tahun oleh British Council dan Kemenristekdikti. Kesempatan selanjutnya akan dibuka pada bulan April 2016.

back to top