Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

UAJY Fasilitasi Kedutaan Besar Amerika Serikat adakan YSEALI

UAJY Fasilitasi Kedutaan Besar Amerika Serikat adakan YSEALI

Sleman-KoPi| Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) memiliki komitmen untuk membuka diri terhadap kerjasama internasional dan menjadi tempat diadakannya dialog antar budaya dari seluruh dunia.

Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan UAJY menjadi fasilitator para peserta program Young Southeast Asian Leader Initiative (YSEALI) dari Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk belajar mengenai budaya, bahasa, dan kehidupan sosial masyarakat Jawa.

Program ini diikuti oleh sepuluh mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia dan mahasiswa Puget Sound University, USA. Program ini dibentuk sejak tahun 2013 dan diinisiasi oleh mantan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ini salah satunya bertujuan menguatkan hubungan antara Amerika Serikat dan komunitas negara ASEAN dalam bidang lingkungan, sumber daya alam, kewirausahaan, dan ekonomi.

Selama dua minggu berada di Yogyakarta yaitu mulai dari tanggal 24 Mei-5 Juni 2017 para peserta program YSEALI belajar tentang cara membuat batik, mengunjungi desa-desa, Candi Borobudur, belajar Bahasa Indonesia dan berusaha memahami problematika budaya masyarakat Jawa.

Setelah selama dua minggu mempelajari banyak hal yang berhubungan dengan kebudayaan maka pada hari Senin, 5 Juni 2017 diadakanlah closing ceremony sebagai penutup dari program dari YSEALI ini. Acara closing ceremony dibuka dengan penampilan Tari Nawang Sekar oleh dua mahasiswa UAJY yang berasal dari Madagaskar dan Timor Leste dan dilanjutkan dengan sharing pengalaman tentang kesan dan pesan setelah mengikuti program YSEALI selama dua minggu.

“Meskipun baru dua minggu berada di Indonesia saya dan juga murid-murid lainnya yang dari Amerika sudah mendapatkan teman dekat dari Indonesia, selain itu Yogyakarta adalah kota budaya yang indah dan menakjubkan,” ujar Austin Daniel salah satu mahasiswa dari University of Puget Sound.

“Melalui program YSEALI yang diadakan di Yogyakarta dan difasilitasi oleh UAJY ini kami berharap budaya dari Yoyakarta tidak hanya dilihat dan dipelajari tapi juga bisa dikenang sehingga di masa depan para mahasiswa dari Amerika dapat mengajak orang-orang dari Amerika untuk datang ke Yogyakarta dan juga untuk memperkuat hubungan mereka dengan Yogyakarta,” ujar Agus Putranto M.Si Kepala Kantor Kerjasama dan Promosi UAJY.

.

back to top