Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tak perlu takut Antraks, ikuti penjelasan ini

Tak perlu takut Antraks, ikuti penjelasan ini

Jogja-KoPi|  “Antraks bukanlah penyakit yang perlu ditakutkan”, kata Abu Thalib Aman Ph,D, pada workshop UGM, Rabu(25/1).

Abu Thalib Aman Ph.D, seorang dokter Fakultas Kedokteran dan seorang Microbiologist, menjelaskan untuk penyakit anthraks dapat menjangkiti manusia lewat dengan 3 aspek, lewat kecil, pernafasan, dana pencernaan.

Peluang untuk manusia untuk terjangkiti lewat kulit itu kecil, pernafasan dan pencernaan lebih besar. Namun, untuk kulit sendiri, Abu Thalib menjelaskan bahwa spora perlu berkontak denga kulit yang terdapat luka.

“Kalau kulit kita tidak terluka, dan jika semisal kita menggenggam spora antraks, kita tidak akan terjangkiti”, jelasnya.

Abu thalib memaparkan peluang manusia bisa terjangkiti antraks juga kecil, diperlukan lebih dari 10.000 spora anthraks agar manusia bisa terjangkit penyakit antraks. Sehingga dalam jumlah kurang dari 10.000 , antibodi dan sistem immunits manusia sudah bisa mengatasi spora itu.

Sebuah riset di Afrika menjelaskan, manusia yang terpapar dengan spora antraks berjumlah sekitar 8.000 tidak menunjukkan gejala penyakit antraks.

“Riset dari berbagai grup, rata-rata perlu 10.000 keatas itu baru bisa terjangkiti,di bawahnya tidak akan, alasannya karena kita memiliki antibodi yang mampu melawannya,” paparnya.

Sehingga, Abu Thalib menghimbau untuk melakukan vaksinisasi untuk memperkuat sistem imunitas agar mencegah terjangkit penyakit anthraks. Abu thalib menjelaskan kembali korban antraks mayoritas terjangkiti karena kontak langsung dengan spora anthraks.

“Kontak langsung itu seperti binatang yang terkontaminasi (darahnya), bangkai, kulit, atau tulangnya,” himbaunya.

Bisa dengan memasak daging dengan suhu di atas 121ᴼ dalam waktu setengah dan dimasak hingga matang atau well cook meat. Menurut Abu Thalib spora yang dimasak pada suhu itu, akan berada di kondisi tidak aktif dan bakteri vegetatif antraks akan musnah.

Namun, Abu Thalib menyarankan juga agar tidak mengkonsumsi daging sapi yang sakit atau daging sapi yang busuk. Menurutnya untuk antraks tidak perlu ditakuti tapi perlu juga untuk waspada. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top