Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

SMPN 3 Mertoyudan adakan penyuluhan hukum

SMPN 3 Mertoyudan adakan penyuluhan hukum

Kota Mungkid-KoPi| SMP Negeri 3 Mertoyudan Magelang mengadakan penyuluhan hukum untuk anak didik mereka 26-28 Oktober 2015. Kegiatan melek hukum ini diselenggarakan di Aula masjid SMP Negeri 3 bekerjasama dengan Kantor Pengadilan Negeri Kota Mungkid.

Kepala Sekolah, Dra. Ismundari,mengatakan acara ini berangkat dari kekuatiran melihat perkembangan pergaulan anak-anak. Anak, menurutnya, sesungguhnya merupakan korban, tetapi anak tidak menyadarinya dengan tindakannya itu karena ketidak tahuan akan norma norma dari sudut hukum , agama dan etika. Selain itu anak berusia 12 hingga 17 tahun memiliki kelabilan emosi dan serba ingin tahu.

"Nah, pada posisi kritis begini perlu adanya langkah preventif diantaranya dengan menyelenggarakan acara penyuluhan hukum kepada anak anak seperti ini agar anak semakin terlindungi dan faham," jelasnya.

"Kali ini dipilih pokok bahasan tentang bahayanya penyalahgunaan obat dan zat aditif lainnya, kekerasan dan pelecehan seksual yang sekarang marak terjadi dimana-mana, serta penggunaan internet yang sehat dan bijak melihat perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih yang tidak mungkin kita hindari. Untuk itu anak didik kita kita arahkan kepada yang sehat dan bermanfaat," ujarnya. Program kegiatan ini kerja sama dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan .

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pengadilan Negri Mungkid Nuruli Mahdili SH.MH. memberikan apresiasi dan memandang penting acara seperti ini untuk memberikan wawasan hukum bagi masyarakat, terutama anak-anak remaja, sehingga mereka tidak akan mewarnai tingkah laku kehidupan sehari hari dengan tidak mencoba coba dengan narkoba, kekerasan dan pelecehan seksual karena mengetahui akan konsekwensi hukumnya.

Sebagai pembicara , Hakim Pengadilan Negeri Mungkid Ali Sobirin SH.MH. menyampaikan berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dari tingkat pendidikan SD, SMP, sampai SLTA sudah sangat banyak sekali.

Keadaan tersebut sudah mengkuatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba di kalangan usia muda dan anak anak, penyebaran HIV/AIDS juga semakin meningkat dan mengancam. Di Indonesia para pecandu narkoba umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun atau usia pelajar dan produktif. |Syafi'i|

back to top