Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Siswa inklusi-pun juga ikut UN

Siswa inklusi-pun juga ikut UN

Yogyakarta-KoPi, Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat serentak akan dilaksanakan senin, 14 April mendatang. Bukan hanya siswa yang sehat secara jasmani, siswa yang berkebutuhan khusus (inklusi, red) juga turut mengikuti UN.

Seperti di Yogyakarta, terdapat 12 siswa inklusi tingkat SMA, terdiri dari siswa SMK tujuh orang, dan siswa SMA berjumlah lima orang. “Terdapat siswa SMA inklusi berjumlah lima orang, dan siswa SMK berjumlah tujuh orang," ungkap Rachmad, panitia UN DIY, (11/04).


Meskipun terdapat siswa inklusi yang akan mengikuti UN senin besok, tetapi sebenarnya kalaupun mereka (siswa inklusi, red) tidak mengikuti UN-pun tidak menjadi masalah. Nantinya mereka akan akan mendapatkan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) sebagai bukti bahwa siswa tersebut telah menamatkan sekolahnya.


“Sebenarnya untuk anak inklusi, misalnya dia mau menamatkan kelas tanpa Ujian Nasional tidak pa-pa. Nanti ada Surat Tanda Tamat Belajar, tentu bukan surat kelulusan. Tapi anak-anak ini ingin tetap ujian, poko’e melu (yang penting ikut, red) dan kita tetap siapkan," terang Edi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta pada koranopini.com di Kantor Humas Pemkot Yogya.


Pendamping Khusus
Pelaksanaan UN bagi kalangan siswa inklusi juga akan mendapat pendampingan khusus, yakni seorang Guru Pendamping Khusus (GPK). Karena terdapat siswa yang berkebutuhan khusus tidak mungkin mengerjakan soal tanpa guru pendamping, seperti siswa tuna netra. Maka GPK ini diperuntukan untuk mempermudah siswa tersebut dalam mengerjakan soal.


Demikian juga yang dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, ia menuturkan bahwa siswa berkebutuhan khusus berhak mendapatskan GPK. Karena sangat mungkin siswa tersebut tidak memahami soal, dan lebih faham bila soal tersebut diterangkan oleh GPK.

 


Reporter: Usman Hadi

back to top