Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Seminar Penguatan Kepemimpinan Indonesia dalam Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular

2

Yogyakarta – KoPi | Seminar Nasional bertajuk “Strengthening Indonesia’s Leadership through South- South Triangular Cooperation” telah diselenggarakan pada Rabu, 28 Februari 2018, bertempat di Gedung BB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Gadjah Mada.

 

Seminar kali ini merupakan bagian dari rangkaian Roadshow dalam rangka peningkatan pemahaman masyarakat terhadap program Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia, dan telah sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak 3 kali, yakni di Universitas Indonesia, Jakarta; Universitas Padjajaran, Bandung; dan Universitas Brawijaya, Malang.

Penyelenggaraan seminar, selain dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang komitmen dan kiprah Indonesia dalam memajukan kerja sama antar Negara berkembang atau Negara Selatan, juga bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan dan pengalaman antar pemangku kepentingan multi-disipliner, seperti kalangan akademisi, para pelaku usaha dan kelompok masyarakat madani, untuk lebih memajukan peran Indonesia dalam kerangka kerja sama Selatan-Selatan (KSS).

“Penguatan peran dan kepemimpinan Indonesia dalam KSS akan terus menjadi prioritas Indonesia. KSS merupakan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi bagi kesejahteraan global dan pembangunan dunia”, tegas Mohammad Syarif Alatas, Direktur Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri selaku Ketua Pelaksana Tim Koordinasi Nasional KSS Indonesia pada saat membuka acara.

Dengan dihadiri unsur wakil Pemerintah Daerah, para pelaku usaha, serta civitas akademika Perguruan Tinggi di Yogyakarta dan sekitarnya, seminar mengajak peserta untuk bersama-sama mengulas kiprah Indonesia dalam menghasilkan solusi-solusi bersama bagi pembangunan negara Selatan yang meliputi infrastruktur, pembangunan ekonomi, tata kelola pemerintahan, perlindungan sosial, pelayanan pendidikan dan kesehatan, pangan dan energi, lingkungan dan perubahan iklim, dan banyak lainnya.

“Centers of excellence yang dimiliki Indonesia hendaknya dapat berkembang dari semula sebagai unggulan komparatif menjadi unggulan kompetitif, dalam upaya penguatan peran Indonesia di KSS," ungkap Fikry Cassidy, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral, Kementerian Luar Negeri, mewakili Tim Koordinasi Nasional KSS selaku salah satu narasumber.

Tak hanya peran pemerintah, seminar menegaskan KSS sebagai isu penting bagi banyak pihak non-negara, seperti halnya pihak swasta, kelompok-kelompok swadaya masyarakat, hingga mahasiswa dan para akademisi sebagai perwakilan dari individu dalam isu Kerja Sama Selatan- Selatan.

Hal ini dikarenakan KSS bukan hanya akan memberikan dampak positif dari segi hubungan antar negara, namun juga menawarkan peluang kerja sama dalam konteks people to people contact.

Lebih dari itu, dan sebagaimana dipaparkan oleh Hendro Widjayanto, President Director Quick Tractor Indonesia yang produk traktor tangannya banyak dimanfaatkan negara- negara peserta KSS bidang pertanian, peluang positif dari program KSS juga dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, termasuk yang berada di daerah.page1image1685600

Sementara dari sudut pandang akademisi, Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, wakil Dekan II bidang Kerja Sama Alumni dan Penelitian/Kepala Departemen HI - FISIPOL UGM, menegaskan pentingnya terus meningkatkan awareness dan engagement masyarakat terhadap pelaksanaan KSS.

Untuk itu, perguruan tinggi dapat berkontribusi dengan melakukan kajian akademis terkait sekaligus membantu mendiseminasikan informasi tentang kiprah KSS Indonesia kepada masyarakat. Terlebih saat ini Indonesia kini telah berangkat dari semula sebagai negara penerima, menjadi negara pemberi bantuan.

Dalam sesi diskusi, baik peserta maupun para narasumber sepakat perlunya dukungan dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam rangka memperteguh kedudukan Indonesia dalam implementasi program KSS.

Selain menghadirkan narasumber dari unsur Tim Koordinasi Nasional KSS Indonesia, Kemlu, UGM dan wakil pelaku usaha, seminar juga dihadiri Duta Besar RI Romania (2013-2017), Diar Nurbiantoro; Yahya Luping, SSTC Specialist dari USAID; serta Prof. Dr. Gati Gayatri, MA., Pelaksana Tugas Ketua Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogyakarta.

Seminar diadakan atas kerja sama Tim Kornas KSS Indonesia dan Institute of International Studies - FISIPOL UGM, dengan dukungan United States-Indonesia Partnership for SSTC Component 1 (USIP 1) - United States Agency for International Development for Indonesia (USAID/Indonesia). Bersamaan dengan dilakukannya seminar juga digelar pameran foto tentang pelaksanaan berbagai program kegiatan KSS.

back to top