Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Robot Pemadam Api UGM Mewakili Indonesia ke Kontes Robot di Amerika

Robot Pemadam Api UGM Mewakili Indonesia ke Kontes Robot di Amerika
Sleman- Robot pemadam api rakitan Gadjah Mada Robotic Team (GMRT) berhasil lolos melaju ke kompetisi Trinity College Fire-Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC)  di Amerika Serikat pada bulan April 2018 mendatang. 
 
Robot yang diberi nama Al-Fatih ini berhasil menyabet juara 1 dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2017 sehingga berhak mewakili Indonesia di kontes internasional.
 
Robot Al-Fatih berhasil menjadi jawara setelah sukses menyisihkan 21 robot lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia pada kategori Kontes Robot pemadam Api Indonesia (KRPAI). 
 
Pada kompetisi itu, robot UGM berhasil menyelesaikan misi memadamkan api dalam waktu terbatas melalui berbagai rintangan dalam arena dengan tingkat eror yang kecil.
 
“Robot Al-Fatih berhasil mendapat poin tertinggi dengan tingkat eror sangat rendah dibanding peserta lainnya,” kata Adin Gumilang, programmer robot A-Fatih, Kamis (20/7) saat berbincang dengan wartawan di Gedung Pusat UGM.
 
Robot pemadam api ini memiliki kemampuan mendeteksi api secara cepat. Bergerak cepat menuju titik api dan segera memadamkan api lalu berhasil kembali ke lokasi semula. 
 
Kemampuan tersebut berkat keandalan perancangan robot yang dikembangkan dengan dua sistem sensor, yakni sensor panas yang dapat mendeteksi keberadaan titik api dan sensor gerak yang dapat mendeteksi keberadaan rintangan di sekitar robot.
 
Selain berhasil meraih juara dari kategori KRPAI, robot UGM lain yaitu Al-Fan menyabet juara tiga di Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRTI). Pada kontes tersebut robot UGM harus menyelesaikan misi dapat menari dengan iringan lagu Gendhing Sriwijaya.
 
Sofyan Aji Nugraha, programer robot Al-Fan, menjelaskan dalam kompetisi ini setiap robot dituntut dapat menari saat lagu tengah diputar dan berhenti ketika lagu dihentikan. 
 
Robot Al-Fan berhasil menyelesaikan misi yang ditentukan oleh para juri. Dilengkapi dengan sensor suara yang andal menjadikan robot ini mampu menari layaknya penari sungguhan tatkala lagu diputar.
 
“Robot ini mempunyai 29 derajat kebebasan sehingga dapat menari dalam derajat tersebut dan memiliki 31 gerakan yang bisa dimainkan,”jelasnya.
 
 Manajer GMRT, Dr. Rachmat Sriwijaya menyampaikan dengan raihan dua juara tersebut menghantarkan UGM menjadi Juara Umum KRI 2017. 
 
Prestasi ini sukses diraih berkat kerja keras mahasiswa dan juga dukungan dari dosen pembimbing, fakultas serta universitas. (Humas UGM/Ika)
back to top