Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rencana pemberian gelar Doktor Honoris Cak Imin tidak lewat proses deleberatif

Rencana pemberian gelar Doktor Honoris Cak Imin tidak lewat proses deleberatif

Surabaya-KoPi| Penolakan civitas Fisip Universitas Airlangga terhadap pemberian penghargaan Doktor Honoris Causa pada Muhaimin Iskandar menurut Cucu Martanto salah satu alasannya adalah tidak melewati proses deleberasi.

Ucu Martanto,pengajar Departemen Ilmu Politik FISIP Unair mengatakan pemberian ini harus melalui tata cara dan usulan yang sesuai peraturan di Unair.

"Terkait dengan tata cara tersebut,maka pemberian dan pengusulan gelar Dokter Honoris Causa (Dr. H.C) harus sesuai dengan tata cara dan prosedur Formal sesuai dengan peraturan rektor unair no 22 tahun 2015 tentang cara pemberian doktor kehormatan/ doktor honoris Causa,"ujarnya.

Tak hanya tata cara yang benar, Dosen Ilmu Politik itu oun menekankan Fakultas harus memberikan kajian komprehensif dengan proses deliberatif untuk dituangkan dalam naskah akademik.

Naskah akademik inilah yang digunakan untuk menjadi landasan menolak ataupun menerima pengangkatan calon doktor.

"Kami pun berharap SA (Senat Akademik) universitas memberikan penilain karya serta jasa dan kepatutan calon penerima gelar sesuai naskah akademik,"lanjutnya

Ia pun melanjutkan,jika keseluruhan hasil penilain atas syarat-syarat gelar doktor kehormatan atau doktor honoris causa tidak memenuhi, maka ia mengusulkan kepada SA Universitas untuk menunda pemberian gelar demi menjadi marwah dan nama baik UnAIR.

"Semua ini dibuat demi menjaga nama baik FISIP dan Unair,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top