Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Rektor UGM dinilai mahasiswa berbohong

Rektor UGM dinilai mahasiswa berbohong

Jogja-KoPi| Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.,PH.d, menilai aksi Pesta Rakyat Universitas Gadjah Mada yang dilakukan oleh lebih dari 1.500 mahasiswa hanya sebagai simulasi aksi yang merupakan mata kuliah dengan 4 sampai 8 SKS.

Aksi Pesta Rakyat mahasiswa UGM yang diikuti oleh sekitar 1.500 orang yang menuntut masalah Uang Kuliah Tinggal (UKT), tunjangan tenaga pendidik UGM, dan penolakan relokasi kantin Bonbin Sosial-Humaniora hanya dinilai sebagai simulasi Aksi oleh Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.,PH.d, Rektor UGM.

"Simulasi ini adalah proses pendidikan kita, agar kedepan mereka menjadi pimpinan bangsa, pemimpin DPR dan MPR. Jadi hari ini kita latih sejak awal seperti ini. Ugm adalah wahana untuk training menjadi fitground dalam cara berpolitik praktis bagaimana cara memilih isu yang sangat tepat untuk diangkat, cara menggerakan massa, cara memprovokasi, cara mengadvolasi harus kita latih saat ini dan ini gladinya," jelas Rektor UGM

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa dalam simulasi demo ini terdapat pembimbing yang mengawasi dan mengevaluasi hal-hal apa saja yang sudah bagus dan apa saja yang perlh diperbaiki.

"UGM adalah ibu yang cintanya sepanjang masa kepada anak-anak nya bagai surya yang menyinari dunia. Simulasi ini untu menjadikan pempin yang bersusila dan bertatakrama", ungkap Rektor UGM.

"Kegiatan simulasi ini terdiri dari volouteer mahasiswa yang mereka memiliki hak, kami meminta mahasiswa untuk memilik jiwa merdeka dan kreatif dan tahu batas tata krama. Simulasi ini ada SKSnya sebanyak 4 sampai 8 Sks ", tambahnya.

Aksi Pesta Rakyat ini juga dinilai Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.,PH.d, sebagai pemanasan sebelum menjadi mata kuliah di bulan September 2016. Selain itu, Aksi Pesta Rakyat ini juga untuk memfasilitasi para aktivis untuk lulus tidak lebih dari 5 tahun.

"Jadi dalam kurikilum kita terapkan merode ini, dengan metode shock terapi akan dihasilakan kesadaran dalam proses pembelajaran. Simulasi ini telah diskenariokan oleh pembimbing mereka", papar Rektor UGM.

Rektor UGM bohong

Sementara itu, Umar Abdul Aziz, Humas Aksi Pesta Rakyat UGM mengatakan apa yang dikatakan oleh Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.,P.HD, adalah sebiuah kebohongan.

"Kami tidak tahu apa yang menjadi dasar dari rektorat yang mengatakan bahwa aksi ini adalah gladi tampa adanya konfirmasi kepada kami", jelasnya.

ugm 2

Selanjutnya, Umar juga mengatakan bahwa banyaknya mahasiswa kali ini karena sangat kecewa terhadap sikap rektorat.

"Kami ingin mengubah kebijakan UGM, kami ingin UGM menjadi lebih, ini adalah pure dari mahasiswa UGM, tenaga pendidik, dan kantin, tidak ada sponsor-sponsor dari rektorat dan rekayasa rektorat. Kami berusaha ini sampai ada perubahan, kami yakin aksi ini akan ada dinamika dalam hal ini", ungkap Umar.

Hingga malam ini, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.,PH.d masih mengatakan dan menilai bahwa Aksi ini adalah simulasi aksi, walah telah ditekan dan dikejar oleh mahasiswa UGM. Mahasiswa UGM meeasa tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Rektor UGM, sehingga kejar-kejaran antara mahasiswa dan Rektor serta pihak rektor tidak terelakan hingga malam ini.

"Saya tidak malu dan merasa harga diri saya turun, karena ini adalah proses pembelajaran. Semoga proses pembelajaran ini bermanfaat untuk kita, baik mahasiswa dan dosen, jelas Rektor UGM, saat dimintai untuk mengatakan yang sebenarnya oleh Mahasiswa UGM.

back to top