Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Jogja-KoPi| Transformasi organisasi tidak akan berhasil bila tidak dilakukan perubahan budaya organisasi bila ingin perguruan tinggi berhasil menghadapi tantangan masa depan yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Namun demikian proses rekonstruksi budaya organisasi bukanlah proses yang mudah dan dapat dilakukan dalam waktu singkat.

 

Dibutuhkan berbagai upaya yang tersistematisasi dengan baik agar proses internalisasi budaya dapat berjalan dengan lancar sehingga nilai-bilai baru dapat tertanam dan tercermin dalam sikap sivitas akademik. Hal itu itu dikemukan Nindya Dudija dalam ujian terbuka promosi doktor dalam program doktor ilmu psikologi, Fakultas Psikologi UGM, Jumat (21/9), di ruang Auditorium fakulats Psikologi.

Penelitian disertasinya yang berjudul Metamorfosis Perguruan Tinggi Indonesia: Perjalanan Rekonstruksi Budaya Organisasi melakukan penelitian terhadap tiga perguruan tinggi yang berada di tiga kota besar yakni Semarang, Yogyakarta dan Bandung.

Ketiga perguruan tinggi yang tidak disebutkan namanya oleh Nindya dalam penelitiannya menurutnya mengalamai perubahan yang bersifat fundamental dalam budaya organiasai karena mampu mengubah seluruh elemen organiasasi meliputi struktur kerja, relasi hinga nilai yang sebelumnya telah ada sejak organiasai berdiri turut berubah.

Dari hasil penelitiannya, Nidya mengatakan proses rekonstruksi budaya organisasi diawali dengan adanya kesadaran yang tumbuh dari dalam diri organisasi karena adanya tantangan masa depan yang harus dihadapi. Namun begitu, setiap perguruan tinggi tetap akan mengahadapi pertentangan dari kelompok internal yang masih menganggap kondisi organisasi masih nyaman dan tidak perlu perubahanan.

“Tugas pimpinan dan manajemen mengumpulkan informasi terkait perubahan eksternal dan tantangan masa depan,” katanya.

Dalam setiap tahapapan perubahan budaya organisasi, menurutnya tetap terjadi proses dialektika yang berupa tesis, antitesis, konflik yang meliputi aksi reaksi dan sintesis. “Pada akhirnya kesemua itu akan menjadi tesis baru pada tahap berikutnya,” ujarnya.

Nindya menyebutkan ada 8 fase dalam tahapan perubahan budaya organisasi yakni fase refleksi masa lalu, fase menerka masa depan, fase menakar masa depan, fase identifikasi kekuatan, fase mengelola potensi, fase integrasi proaktif-status quo, fase perubahan dan fase penyesuaian. Sementara nilai-nilai yang terbentuk pasca restrukturiasasi perguruan tinggi adalah kolaborasi, perhatian pada pasar, kreativitas, branding dan entrepreneur. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

back to top