Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Pihak Rektorat batal menghukum DO 25 Mahasiswa UP45

Pihak Rektorat batal menghukum DO 25 Mahasiswa UP45

Jogja-KoPI|Hasil mediasi antara Mahasiswa Universitas Proklamasi 45 dengan pihak kampus di Kantor Ombudsman RI pada Rabu (14/6) memutuskan puluhan mahasiswa tersebut tidak jadi di Drop out. Kepala Ombudsman RI, Budi Masthuri, ORI sebagai pihak netral pada mediasi menyampaikan pihak kampus menetapkan untuk tidak memberlakukan surat pemberhentian DO kepada 25 mahasiswa yang terancam DO akibat aksi protes mereka beberapa waktu lalu.

"Inti pokoknya dari mediasi kemarin pihak rektor tidak memberlakukan pemberhentian DO Kepada 25 mahasiswanya yang terancam DO,"katanya saat dihubungi lewat telepon,Kamis (15/6).

Budi menjelaskan salah satu pertimbangan kampus mencabut adalah pihak mahasiswa sudah meminta maaf soal aksi mereka yang sebelum-sebelumnya diwarnai dengan kericuhan dan ketidak nyamanan.

Ia melanjutkan, pihak kampus berencana membuka ruang dialog untuk civitas akademika Kampus UP 45. Harapannya adalah pihak kampus dapat mewujudkan visi penyelenggaraan kampus yang akuntabel dan transparan. Forum ini akan dibuka berkala dan digelar perdana pada bulan Agustus.

"Mahasiswa kemudian juga dapat memberi komitmen nya untuk menggunakan ruang forum dialog tersebut untuk memaksimalkan ide-ide, tanggapan, gagasan, permintaan klarifikasi yang ada."

M Junaidi Presiden Mahasiswa UP45 mengatakan dirinya menyambut baik wacana kampus tersebut.
Dari mediasi dengan pihak kampus kemarin pihak kampus tidak melarang aksi namun kampus meminta agar aksi berjalan kondusif dan tidak diwarnai kekerasan.

Pihaknya pun pada mediasi kemarin dimintai agar membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak menggelar aksi yang berbau ricuh dan kekerasan diwaktu kedepan.

"Teman-teman juga mengisi surat pernyataan bahwa tidak akan menggelar aksi yang merujuk ke arah kerasan dan kericuhaan dan itu ditukis secara tertulis,"kata M Jumaidi saat ditemui pada kamis.

Mengenai Laporan ke kepolisian terkait aduan kekerasaan dan kericuhan, M Junaidi mengatakan laporan masih berlanjut dan kemarin tidak dibahas karena pihak kampus terfokus pada penyelesaian SP DO mahasiswa.

Sementara itu Kepada ORI DIY,Budi mengimbuhkan dari hasil mediasi ini,maka setidaknya laporan kepolisian sudah bukan lagi menjadi masalah.

"Hasil mediasi itu bisa jadi bahan untuk mempertimbangkan kembali laporan ke kepolisian,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top