Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pihak Rektorat batal menghukum DO 25 Mahasiswa UP45

Pihak Rektorat batal menghukum DO 25 Mahasiswa UP45

Jogja-KoPI|Hasil mediasi antara Mahasiswa Universitas Proklamasi 45 dengan pihak kampus di Kantor Ombudsman RI pada Rabu (14/6) memutuskan puluhan mahasiswa tersebut tidak jadi di Drop out. Kepala Ombudsman RI, Budi Masthuri, ORI sebagai pihak netral pada mediasi menyampaikan pihak kampus menetapkan untuk tidak memberlakukan surat pemberhentian DO kepada 25 mahasiswa yang terancam DO akibat aksi protes mereka beberapa waktu lalu.

"Inti pokoknya dari mediasi kemarin pihak rektor tidak memberlakukan pemberhentian DO Kepada 25 mahasiswanya yang terancam DO,"katanya saat dihubungi lewat telepon,Kamis (15/6).

Budi menjelaskan salah satu pertimbangan kampus mencabut adalah pihak mahasiswa sudah meminta maaf soal aksi mereka yang sebelum-sebelumnya diwarnai dengan kericuhan dan ketidak nyamanan.

Ia melanjutkan, pihak kampus berencana membuka ruang dialog untuk civitas akademika Kampus UP 45. Harapannya adalah pihak kampus dapat mewujudkan visi penyelenggaraan kampus yang akuntabel dan transparan. Forum ini akan dibuka berkala dan digelar perdana pada bulan Agustus.

"Mahasiswa kemudian juga dapat memberi komitmen nya untuk menggunakan ruang forum dialog tersebut untuk memaksimalkan ide-ide, tanggapan, gagasan, permintaan klarifikasi yang ada."

M Junaidi Presiden Mahasiswa UP45 mengatakan dirinya menyambut baik wacana kampus tersebut.
Dari mediasi dengan pihak kampus kemarin pihak kampus tidak melarang aksi namun kampus meminta agar aksi berjalan kondusif dan tidak diwarnai kekerasan.

Pihaknya pun pada mediasi kemarin dimintai agar membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak menggelar aksi yang berbau ricuh dan kekerasan diwaktu kedepan.

"Teman-teman juga mengisi surat pernyataan bahwa tidak akan menggelar aksi yang merujuk ke arah kerasan dan kericuhaan dan itu ditukis secara tertulis,"kata M Jumaidi saat ditemui pada kamis.

Mengenai Laporan ke kepolisian terkait aduan kekerasaan dan kericuhan, M Junaidi mengatakan laporan masih berlanjut dan kemarin tidak dibahas karena pihak kampus terfokus pada penyelesaian SP DO mahasiswa.

Sementara itu Kepada ORI DIY,Budi mengimbuhkan dari hasil mediasi ini,maka setidaknya laporan kepolisian sudah bukan lagi menjadi masalah.

"Hasil mediasi itu bisa jadi bahan untuk mempertimbangkan kembali laporan ke kepolisian,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top