Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Permendikbud No. 49 membungkam aktivis mahasiswa

Permendikbud No. 49 membungkam aktivis mahasiswa

Winda Efanur FS


Yogyakarta- KoPi, “Bagi Pemerintah pembatasan S1 maksimal akan menghemat anggaran subsidi pendidikan yang selama ini diberikan kepada Perguruan Tingg (PT), terutama PT Negeri. Namun bagi Mahasiswa pembatasan ini sebagai bentuk "pemasungan" untuk menjalankan peran agen perubahan. Pembatasan tersebut membelenggu mahasiswa untuk hanya tahu dunia kuliah dan perpustakaan saja. Dengan mengabaikan kegiatan non-kampus”.

Demikian respon dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Dr. Fahmy Radhi, MBA. Menurutnya yang terpenting dari seorang mahasiswa mempunyai jiwa prospective leader. Mahasiswa dituntut untuk mengembangkan soft skiil dan kepekaan sosialnya.

Memang tidak ada jaminan mahasiswa kuliah kurang dari 5 tahun atau lebih dari itu masa depannya akan cerah. Namun yang patut dipahami bersama akumulasi nilai (baca : IPK) jangan dijadikaan standar keberhasilan mahasiswa.

“Karena Indikator kesuksesan mahasiswa tidak hanya lulus tepat waktu dan IP tinggi, tetapi juga mahasiswa tersebut harus memiliki kemampuan soft skill dan leadership serta peka terhadap perubahan ekonomi dan sosial di negerinya.

Anies Baswedan seorang aktivis saat menjadi mahasiswa di FE UGM, sehingga waktu kelulusan lebih 5 tahun. Namun, soft skill yang diperoleh Anies sbg aktivis mhs mengantarkan Anies Baswedan sbg salah seorang a young prospective leader, ” tegas Fahmy.

 

 

 

back to top