Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Perguruan Tinggi Muhammadiyah perlu ciptakan ilmuwan Al-Qur'an

Perguruan Tinggi Muhammadiyah perlu ciptakan ilmuwan Al-Qur'an

Bantul-KoPi| Sosok Buya Hamka dan Hasbi As-Sidqi, dikenal sebagai ulama-ulama yang mengkaji ilmu pengetahuan berbasis pada Al Qur'an. Kehadiran tokoh-tokoh ulama tersebut perlu dihidupkan kembali di masa kini, terutama oleh perguruan tinggi Islam, Muhammadiyah dan organisasi masyarakat (ormas) islam lainnya.

Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, dalam pembukaan Festival Al-Qur'an di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Rabu (10/08). Lukman juga menyebutkan bahwa umat Islam harus selalu mengingat petuah "ar-ruju' ilal Qur'an was-sunnah" (kembali kepada Al Qur'an dan Sunnah."

"Al Qur'an hadir sebagai petunjuk bagi para ilmuwan untuk mendapatkan ide dan membuat teori. Sejarah mencatat bahwa para ilmuwan mengembangkan ilmu-ilmu baru dengan telaah dari Al Qur'an. Al Qur'an merupakan basis bagi ilmu yang akan memancarkan cakrawala," ujar Lukman.

Lukman juga menyebutkan bahwa Al Qur'an tampil memberikan inspirasi atau dorongan bagi kaum yang berfikir khususnya yang membangun ilmu pengetahuan bagi yang berijtihad. "Al-Qur'an tidak memberikan rumus-rumus ilmu pengetahuan secara detil supaya kita berijtihad mencari mutiara-mutiara ilmu yang belum ada selama ini," terang Lukman.

Selain sebagai pedoman dalam ilmu pengetahuan, Al Qur'an disebut Lukman juga memiliki kandungan seni di dalamnya. Selain ayat-ayat yang memiliki susunan bahasa yang indah, cara membaca Al Qur'an yang indah dinilai dapat menjadi magnet dalam mengembangkan seni di masa mendatang.

Di samping itu, Lukman berharap bahwa dengan diadakannya Festival Al Qur'an dapat menumbuhkan semangat cinta terhadap Al Qur'an di kalangan umat Muslim di Indonesia. "Melihat dunia Islam di timur tengah yang saat ini sedang berkecamuk, Indonesia perlu mengambil peran signifikan yang dapat dijadikan model oleh masyarakat muslim di dunia ini," terang Lukman.

Di akhir sambutannya, menteri Agama juga mengusulkan bahwa perlombaan dalam Festival Al Qur'an kedepannya tidak sekedar melombakan tilawatil Qur'an, syarhil Qur'an atau fahmil Qur'an saja.

"Saya ingin kedepannya dilombakan bagaimana kisah-kisah dalam Al Qur'an bisa dinarasikan, dan diungkap kembali dengan cara tertentu. Mahasiswa kan kreatif, jadi mereka akan bisa mengisahkan kisah-kisah dalam Al Qur'an dengan cara mereka yang kreatif," harap Lukman. |Deansa

back to top