Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Peluncuran dan Diskusi Buku Menyelami Lautan Film

Peluncuran dan Diskusi Buku Menyelami Lautan Film

Sleman-KoPi| Mahasiswa konsentrasi studi Film Sinema mengadakan acara Peluncuran dan Diskusi Buku: Menyelami Lautan Film. Acara diselenggarakan Senin 5 Desember 2016, di Lobby Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY).

Acara ini menghadirkan Aloysius Bramantyo (Mahasiswa FISIP UAJY) sebagai moderator, Lucas Deni Setiawan (Dosen FISIP UAJY) sebagai pembicara pertama, Judith Brenda (Mahasiswa FISIP UAJY) sebagai pembicara kedua dan Fajar Junaedi, S.IP., M.Si. sebagai dosen pengampu konsentrasi studi tersebut.

“Sebenarnya, kami boleh mengkaji apa saja, namun Pak Lucas memberi pola yang mengerucut ke film. Oleh sebab itu kita akhirnya memilih untuk mengkaji film”, tutur Judith saat bercerita mengenai proses pembuatan buku.

Hal yang menarik dalam buku ini adalah adanya kajian mengenai film-film di era Orde Baru dan pasca Orde Baru. Misalnya pada bagian bab Remaja terdapat film Lupus yang di kaji. "Karakter Lupus pada orde baru nyleneh dan jahil, sedangkan pada sesudah orde baru, karakter Lupus menjadi santun dan religius. Hal ini menujukan bahwa setelah orde baru, Lembaga Sensor Indonesia lebih ketat dalam menyeleksi film-film," ujar Judith. Dalam buku ini juga dijelaskan mengenai trend masyarakat yang berubah seiring perkembangan zaman. Misalnya sebelum muncul film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), film dengan genre cinta kurang laris di pasaran. Setelah muncul film tersebut, masyarakat mulai minat dengan film genre cinta dan banyak bermunculan film seperti AADC.

Lucas berharap mahasiswa tidak hanya menerbitkan buku untuk tugas kuliah saja. Ia berharap mahasiswa terus berkarya sehingga karya-karyanya dapat dibukukan.

"Jika Anda menerbitkan buku, maka Anda tidak akan tenggelam oleh waktu. Anak cucu Anda bisa mengenal Anda dengan cara membaca karya-karya Anda," kata Lucas. Jun menambahkan, “Suatu saat ketika wisuda, mahasiswa tidak hanya memberikan skripsi saja namun juga sebuah buku." Kata Lucas. |Elsa|

back to top