Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Paduan Suara Universitas Airlangga raih juara di Estonia

Paduan Suara Universitas Airlangga raih juara di Estonia
Surabaya - KoPi | Prestasi putra-putri Indonesia kembali mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi paduan suara international di Eropa. Tim Paduan Suara Universitas Airlangga (PSUA) meraih Juara I pada kategori Folksong Choir, Juara III pada kategori Early Music, dan Juara IV pada katogeri Mixed Choir dalam “The 14th International Choir Festival Tallin (ICFT) 2015” di Tallin, Estonia.

PSUA menjadi satu-satunya wakil dari Asia dan berhasil menyisihkan 11 tim paduan suara yang berasal dari berbagai negara seperti Jerman, Estonia, Firlandia, Latvia, Lithuania, Norwegia, Austria, dan lain-lain. Tim yang dipimpin oleh music director Yosafat Rannu Leppong ini menonjolkan ragam budaya Indonesia melalui karakter suara. Lagu yang dibawakan adalah 12 lagu tradisional, seperti Janger, Tari Saman, Cing Cang Keling dan Yamko Rambe Yamko.

PSUA berhasil menembus babak utama Grand Prix bersama dengan 5 tim paduan suara lainnya yakni Youth Male Choir Estonian National Opera, Segakoor HUIL Estonia, Adolf Fredik’s Church Sweden, Kampiun Laulu Firland, dan Girl’s Choir Kameraaled Estonia. Ketua panitia Tim PSUA Satria Agung menyatakan, “Menjadi juara dan lolos ke babak Grand Prix benar-benar pencapaian yang luar biasa” terangnya.

Apresiasi tinggi yang didapatkan tim PSUA saat tampil diucapkan langsung dari para kompetitor lainnya. Para penonton di Parnu dan Tallin bahkan kerap memberi tepuk tangan meriah dan standing applause setelah PSUA menyanyikan lagu Yamko Rambe Yamko yang berasal dari Papua.

Keberhasilan yang diperoleh Tim PSUA dalam ICTF 2015 di Estonia bukan berarti tanpa kendala. Perbedaan iklim antara Indonesia dan Estonia menjadi kendala utama selama kompetisi berlangsung. Cuaca dingin dan udara kering membuat beberapa anggota terkena batuk. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi kualitas suara para penyanyi. Namun dengan koordinasi Yosafat dan bantuan dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) yang berada di Estonia, Tim PSUA dapat memberikan penampilan terbaiknya.

“Musik adalah sebuah proses tanpa batasan ruang dan waktu. Saya berharap paduan suara Indonesia bisa belajar artistik dan penggalian musik dari ajang kompetisi ICFT kemarin," ujar Yosafat. | Labibah

back to top