Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Paduan Suara Universitas Airlangga raih juara di Estonia

Paduan Suara Universitas Airlangga raih juara di Estonia
Surabaya - KoPi | Prestasi putra-putri Indonesia kembali mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi paduan suara international di Eropa. Tim Paduan Suara Universitas Airlangga (PSUA) meraih Juara I pada kategori Folksong Choir, Juara III pada kategori Early Music, dan Juara IV pada katogeri Mixed Choir dalam “The 14th International Choir Festival Tallin (ICFT) 2015” di Tallin, Estonia.

PSUA menjadi satu-satunya wakil dari Asia dan berhasil menyisihkan 11 tim paduan suara yang berasal dari berbagai negara seperti Jerman, Estonia, Firlandia, Latvia, Lithuania, Norwegia, Austria, dan lain-lain. Tim yang dipimpin oleh music director Yosafat Rannu Leppong ini menonjolkan ragam budaya Indonesia melalui karakter suara. Lagu yang dibawakan adalah 12 lagu tradisional, seperti Janger, Tari Saman, Cing Cang Keling dan Yamko Rambe Yamko.

PSUA berhasil menembus babak utama Grand Prix bersama dengan 5 tim paduan suara lainnya yakni Youth Male Choir Estonian National Opera, Segakoor HUIL Estonia, Adolf Fredik’s Church Sweden, Kampiun Laulu Firland, dan Girl’s Choir Kameraaled Estonia. Ketua panitia Tim PSUA Satria Agung menyatakan, “Menjadi juara dan lolos ke babak Grand Prix benar-benar pencapaian yang luar biasa” terangnya.

Apresiasi tinggi yang didapatkan tim PSUA saat tampil diucapkan langsung dari para kompetitor lainnya. Para penonton di Parnu dan Tallin bahkan kerap memberi tepuk tangan meriah dan standing applause setelah PSUA menyanyikan lagu Yamko Rambe Yamko yang berasal dari Papua.

Keberhasilan yang diperoleh Tim PSUA dalam ICTF 2015 di Estonia bukan berarti tanpa kendala. Perbedaan iklim antara Indonesia dan Estonia menjadi kendala utama selama kompetisi berlangsung. Cuaca dingin dan udara kering membuat beberapa anggota terkena batuk. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi kualitas suara para penyanyi. Namun dengan koordinasi Yosafat dan bantuan dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) yang berada di Estonia, Tim PSUA dapat memberikan penampilan terbaiknya.

“Musik adalah sebuah proses tanpa batasan ruang dan waktu. Saya berharap paduan suara Indonesia bisa belajar artistik dan penggalian musik dari ajang kompetisi ICFT kemarin," ujar Yosafat. | Labibah

back to top