Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Mindset belajar Bahasa Arab sulit harus dihilangkan

Mindset belajar Bahasa Arab sulit harus dihilangkan

Bantul-KoPi| Dalam praktik belajar bahasa Arab, banyak mahasiswa yang memandang bahasa Arab lebih sulit daripada bahasa asing lainnya. Mindset ini yang mendasari proses belajar bahasa Arab semakin sulit. Sehingga mindset ini harus dihilangkan sejak awal belajar.

Hal tersebut disampaikan oleh promofendus, Ahmad Fauzi, M.A., dalam Sidang Promosi Doktor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana lantai 4 pada Sabtu (24/09). Promofendus menyampaikan disertasi yang berjudul "Aspek Psikologis dan Metodologis dalam Pengajaran Bahasa Arab di IAIN Surakarta."

Ahmad menyebutkan bahwa sesuai penelitiannya terhadap mahasiswa IAIN Surakarta, ada perbedaan ketika mahasiswa belajar Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. "Waktu belajar bahasa Inggris, keinginannya kuat. Sedangkan waktu belajar bahasa Arab, tidak ada keinginan untuk belaja bahasa Arab. Padahal bahasa Arab tidak susah, tetapi metodologi mengajarnya yang harus diperbaiki," ujar Ahmad.

Kesulitan belajar bahasa Arab dinilai Ahmad dipengaruhi oleh sisi metodologis dan psikologis. Sisi metodologis merupakan cara mengajar bahasa Arab yang dinilai Ahmad, bahwa sistem yang diberlakukan guru di Indonesia masih kurang efektif.

"Saat mahasiswa belajar bahasa Arab, seharusnya dimulai dengan listening atau mendengarkan. Bukan dengan menulis dan mengeja kata. Karena prinsipnya sama dengan bayi yang baru mau belajar bicara. Mereka mendengarkan orang lain bicara dulu, baru memulai belajar," jelas Ahmad.

Kesalahan dalam metodologi lainnya adalah cara guru menyalahkan mahasiswa yang masih belajar. Ahmad mengungkapkan bahwa guru di Indonesia cenderung menyalahkan mahasiswa ketika berbicara atau mempraktikkan bahasa yang baru saja mereka pelajari.
"Berdasarkan pengalaman kuliah saya di Sudan, ketika saya salah berbicara, guru tidak menyalahkan saya dan membiarkan saya melanjutkan perkataan saya. Terkadang dengan menyalahkan mahasiswa, akan dapat mempengaruhi mental belajar mahasiswa tersebut," tutur Ahmad.

Sedangkan dari sisi psikologis, permasalahan berasal dari mental mahasiswa sendiri. Mahasiswa yang menerapkan mindset belajar bahasa Arab susah, akan cenderung mengalami kesulitan saat proses belajar. "Oleh karenanya, dosen atau pengajar bahasa Arab harus dapat membawa suasana mahasiswa. Kita harus membuat susana yang menyenangkan sehingga mahasiswa tidak bosan," jelas Ahmad.

Dengan begitu, permasalahan psikologis juga memiliki kaitan dengan permasalahan metodologis dalam pembelajaran bahasa Arab. Pada intinya, pengajar harus dapat menumbuhkan mental senang belajar bahasa bagi mahasiswa, dengan metode mengajar yang variatif dan inovatif. Dalam Sidang Prmosi Doktor ini, Ahmad Fauzi dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan. (Deansa)

back to top