Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Menteri PPPA resmikan Sekolah Srikandi Sungai Indonesia I UGM

Menteri PPPA resmikan Sekolah Srikandi Sungai Indonesia I UGM

Jogja-KoPi|Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak Yohana Susana Yembise resmikan Sekolah Srikandi Sungai Indonesia (SSSI) I bentukan direktorat pengabdian kepada masyarakat UGM.

Yohana mengatakan SSSI I dalam bentuk penerjunannya akan sangat membantu lingkungan hidup dan perempuan yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS)khususnya DAS Sungai Code.

"Komitmen kementrien PPA, kita kerja sama dengan kementrian lingkungan hidup, menjaga sungai dan lingkungan salah satunya DAS, (Daerah aliran sungai). Kami sangat berterima kasih dengan UGM yang bekerja sama dalam memberdayakan Masyarakat kampung,"katanya saat diwawamcarai di Kampung Jetis Harjo, Kali Code , Sabtu (10/6).

Menurutnya saat ini masih banyak temuan perkampungan yang kurang ramah pada anak dan perempuan.

Masyarakat pinggir sungai khususnya perempuan dan anak-anak yang terbisa menggunakan kamar mandi atau WCK dipinggir sungai cenderung yang paling rawan menjadi korban kekerasan.

Dengan hadirnya SSSI, setidaknya Ia dapat berharap SSSI dapat menciptakan kondisi daerah yang ramah terhadap anak-anak dan perempuan.

SSSI sendiri yang merupakan bentuk gagasan dari Wakil Rektor UGM,Prof Suratman diharapkan dapat menjadi wadah perempuan dan lingkungan hidup Sungai di Indonesia.

Bentuk aplikasi dan pelaksanaan dari SSSI sendiri seperti memberikan kampanye, pendampingan dan penyuluhan dari dosen dan mahasiswa UGM dari Fakultas Farmasi, Biologi dan Geografi.

Kepala bidang Pemberdayaan UGM,Wiwik menjelaskan tujuan dari SSSI adalah menciptakan tidak hanya restorasi sungai dan kesehatan sungai namun juga mengubah pola pikir untuk meningkatkan lingkungan hidup.

"Fokusnya adalah masalah lingkungan sungai dengan pendekatan women leaderahip,"kata Wiwik saat memberikan sambutan.

Sementara itu dari Pemda DIY, Sri Sultan lewat sambutannya melalui Kepala Pemberdayaan }Perempuan dan Masyarakat DIY, Dr Arida menyampaikan inisiasi gerakan Srikandi ini dapat mendorong kegiatan positif dalam menciptakan sungai yang bersih dan indah.

Ia juga menyampaikan sungai sendiri mempunyai multifungsi dalam menjaga lingkungan, ekonomi dan masyarakat.

"Fungsi sungai sendiri tidak hanya dalam konteks ekonomi tapi juga perlindungan lingungkan, mencegah longsor, dan kesehatan," terangnya.

Wakil Rektor UGM, Prof Suratman sebagai penggagas SSSI menyampaikan akan membawa gagasan kepedulian sungai ke kancah internasional lewat UNESCO. Harapannya issue gender, sanitasi dan peningkatan lingkungan hidup indonesia dapat terus digalakkan dan dikenal didunia Internasional.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top