Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Membongkar mitos epilepsi

Membongkar mitos epilepsi

Sleman-KoPi| Presiden Direktur Rumah Sakit UGM, Prof. Dr. Arif Faisal,Sp. Rad(K), DHSM, menjelaskan masih banyak persepsi dan opini buruk di sekitar masyarakat tentang penyakit epilepsi atau yang lebih dikenal dengan ayan.

Stiigma Orang Dengan Epilepsi (ODE) itu seperti tidak bisa menikah,ODE tidak bisa memiliki keturunan,ODE tidak dapat bekerja,Ode tidak dapat sekolah, muncul juga beberapa mitos seperti epilepsi penyakit kutukan, kerasukan roh, hanya terjadi pada anak-anak dan menular.

"Pengetahuan masyarakat mengenai epilepsi ini muncul dengan mitos dan stigma seperti tidak dapat disembuhkan,turunan dan menular," jelas Direktur Rumah Sakit UGM, Prof. Dr Arif Faisal di Ruang Yudistira,RS UGM,Sabtu (18/3).

Akibatnya, kata dokter spesialis syaraf RS UGM Dr.Fajar Maskuri,Sp.S,, M.Sc penderita epilepsi cenderung dijauhi dan memisahkan diri dari masyarakat.

Menurut dr. Fajar Maskuri penyakit epilepsi ini sama sekali tidak menular baik itu air ludah,darah, dan turunan lewat anak. Selain tidak menular,Fajar juga menghimbau masyarakat tidak menjauhi pasien epilepsi. Pasalnya beberapa pasien epilepsi dapat terpicu dengan suasana atau perasaan tidak menentu.

"Pemicu dari kejang epilepsi bisa karena stress yang berlebihan, ini bukan hanya aspek epilepsi, namun sosial dari pasien perlu kita beri edukasi ke masyarakat lainnya,"terang Dr. Fajar Maskuri.

Sebagai upaya dari penyadaran ke masyarakat terkait Epilepsi, RS UGM menggelar Seminar dengan Tema "Aku ODE (Orang Dengan Epilepsi) dan Aku Sukses". Prof. Arif Faisal memaparkan alasan dari pemilihan topik ini memberikan pemahaman tentang epilepsi, aspek-aspek pasien terhadap lingkungannya ,masyarakat dan kekuarga pasien.

Gelaran seminar ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies natalis UGM, Dies Natalis Kedokteran dan Dies Natalis RS UGM ke 5.

Prof. Arif faisal juga menjelaskan pihak RS UGM sudah mampu menangani pasien Epilepsi baik itu yang berobat jalan atau rawat inap. Hal inj ditunjukkan adanya dokter ahli syaraf,dokter anak dan konsultasi syaraf di RS UGM.

"Kita punya dokter syaraf, dokter anak, dan konsultasi syaraf seperti yang kita ketahui epilepsi menyerang anak anak dan dewasa," pungkas Prof. Arif Faisal. |Syidiq SyaifulArdli|

back to top