Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Melek dan sadar IT, kurangi kekerasan pada anak

ilustrasi ilustrasi

Yogyakarta-KoPi, Kasus kekerasan pada anak akhir-akhir ini semakin meningkat, sehingga ini menjadi PR bersama agar kasus-kasus tersebut tidak terjadi lagi. Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Sukiman, M.Pd. saat ditemui di ruangannya menjelaskan dua faktor yang paling dominan dari kasus yang sedang berkembang tersebut (14/05).

“Yang jelas memang sosial masyarakat kita terutama dari pengaruh perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) itu bisa juga menyebabkan terjadinya perilaku-perilaku seperti itu ya (kekerasan pada anak), baik itu yang dilakukan oleh anak sesama anak atau mungkin oleh tenaga kependidikan baik itu guru atau tenaga adaministrasi, misalnya dari televisi, internet, dan lain sebagainya itu. Itu saya kira yang dominan menurut saya,” Ujarnya.

“Terus yang kedua, ya itu memang mungkin pembawaan pribadi yang bersangkutan, mungkin kelainan. Jadi ada faktor dari dalam dan faktor dari luar. Nah dari luar itu yang kuat sekarang adalah dampak negatif dari TIK,” tambahnya.

Namun, Sukiman juga menggaris bawahi bahwa perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) tidak selalu berdampak negatif. Menurutnya TIK itu juga sangat mendukung proses pembelajaran.

“Sebenarnya kalau saya sendiri memang termasuk yang kurang setuju anak-anak dilarang menggunakan HP di sekolah, karena saya terutama sebagai dosen media kan melihatnya dari sisi positif itu bisa dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran,” tegasnya.

Melihat perkembanangan TIK, menurutnya sekarang informasi dengan mudah dan cepat bisa diperoleh. “kalo itu hanya dari buku dan dari guru itu sangat kurang,” tambahnya lagi.

Karena TIK sering dilihat dari sisi negatifnya, maka ia berpesan kepada kita semua agar bisa meningkatkan kemampuan dan menggunakan TIK sesuai dengan tempatnya.

“Tetapi dalam realitasnya memang belum semua kita itu melek dan sadar IT (Information Technology). Kalau melek itu terkait kemampuan menggunakan kalau sadar itu melihat dari sisi positifnya. Jadi yang lebih banyak dilihat itu dari sisi negatifnya,” pesannya.


Reporter: Fahrurrazi

back to top